Diduga Tampung Duit Penipuan, BRI Blokir Rekening Pengusaha Madiun

Seorang pengusaha sembako di Kota Madiun bernama Dewi Elyta Sari, 42, menggugat Bank BRI karena rekeningnya diblokir tanpa penjelasan oleh pihak bank. Dalam gugatan tersebut, Dewi meminta ganti rugi kepada Bank BRI dengani nilai Rp25 miliar.

Dewi mengaku mengalami kerugian karena selama rekeningnya diblokir, Dewi tidak bisa melakukan kegiatan usahanya.

Pimpinan Bank BRI Cabang Madiun, Rizki Andhika, menyampaikan pihaknya telah melakukan investigasi atas pengaduan tersebut. Dari investigasi awal, diketahui rekening tersebut terindikasi sebagai rekening penampungan tindak pidana penipuan.

“BRI telah melakukan investigasi atas pengaduan tersebut. Dari investigasi awal yang dilakukan, diketahui bahwa rekening tersebut terindikasi sebagai rekening penampungan tindak pidana penipuan. Sehingga saat ini kasus tersebut tengah ditangani pihak berwajib dan diselesaikan melalui saluran hukum,” kata Rizki dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/11/2021).

Dia mengimbau kepada seluruh nasabah agar senantiasa berhati-hati dalam setiap bertransaksi finansial. Salah satu caranya dengan menjaga data pribadi dan data perbankan milik nasabah.

BRI, kata Rizki, menjamin keamanan seluruh transaksi nasabahnya dengan menerapkan prudential banking operation dan good corporate governance sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kuasa hukum Dewi, Ratna Indah Pristiwati, mengatakan rekening Bank BRI milik kliennya telah diblokir pihak bank sejak Februari 2020. Saat pemblokiran rekening itu, pihak bank sama sekali tidak memberikan penjelasan mengenai alasan rekening kliennya diblokir.

Belakangan, kliennya mengatahui bahwa rekeningnya diblokir pihak bank atas permintaan seseorang. Kliennya tidak tahu pasti alasan kenapa ada seseorang yang meminta rekeningnya diblokir.

“Ini pemblokiran rekening sepihak. Setahu kami, pemblokiran rekening bank itu bisa dilakukan karena ada perkara di kepolisian atau ada permintaan dari pengadilan. Tapi ini tidak. Tahu-tahu ada pemblokiran,” kata dia kepada wartawan seusai sidang gugatan di Pengadilan Negeri Kota Madiun, Selasa (2/11/2021).

Ratna menuturkan selama rekeningnya diblokir, kliennya tidak bisa menjalankan usahanya. Karena semua transaksi melalui rekening bank tersebut. Selain itu, dampak dari pemblokiran yaitu banyak pelanggan usahanya yang kini tidak percaya lagi.

“Tentu pemblokiran ini sangat merugikan. Dewi ini seorang pengusaha. Kalau rekeningnya diblokir bank, semua pelanggan pada menutup diri. Dewi tidak bisa lagi menjalankan usahanya,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *