Tragis, Salah Satu Penjajahan Terkejam Yang Dilakukan Inggris. Dalam Setahun Jutaan Orang Mati Kelaparan Di India .

Tahun 1943, jutaan orang di Benggala, India mati kelaparan. Sebagian besar sejarawan menetapkan jumlah korban hingga 3-4 juta. Otoritas Inggris, yang waktu itu menjajah India, disebut bertanggung jawab atas tragedi itu.

Dikutip dari Wikipedia.com, kelaparan disebabkan oleh kombinasi faktor alam, sosial politik, dan “kepemimpinan yang tidak berperasaan”. Faktor alam termasuk topan, yang melanda Bengal pada 9 Januari 1943, membanjiri sawah dengan air asin. Bencana tersebut juga menewaskan 14.500 orang, serta berjangkitnya jamur Helminthosporium Oryzae, yang memakan sisa tanaman padi.

Kelaparan Benggala 1943

Pemerintah Dalam Negeri di London, disebut gegabah mengambil keputusan sehingga bencana kelaparan bisa terjadi. Pejabat Inggris sempat memerintahkan penghancuran semua perahu dan persediaan beras di pesisir Benggala. Mereka karena takut Jepang akan mendarat di sana dan menyita perbekalan. Hal ini membuat orang-orang Benggala di pesisir kelaparan di bumi mereka sendiri.

Baca Juga : Ilmuan Ini Mengungkapkan Skenario Kemusnahan di Muka Bumi, Tanda Tandanya Mulai Terlihat Belakangan Ini.

Mengutip Greelane, India secara keseluruhan tidak mengalami kekurangan pangan pada tahun 1943. India mengekspor lebih dari 70.000 ton beras, untuk pasukan Inggris dan warga sipil Inggris dalam tujuh bulan pertama tahun itu. Pengiriman gandum dari Australia juga melewati pantai India, tetapi tidak dialihkan untuk memberi makan mereka yang kelaparan. Hal yang paling mengerikan adalah Amerika Serikat dan Kanada sempat menawarkan bantuan makanan kepada pemerintah Inggris khusus untuk Benggala. Tetapi London menolak tawaran itu.

Anak Kecil dengan Busung lapar di Benggala 1943

Para sarjana India saat ini percaya bahwa hal itu sebagian besar dipicu sikap Perdana Menteri Winston Churchill, yang umumnya dianggap sebagai salah satu pahlawan Perang Dunia II. Bahkan ketika pejabat Inggris lainnya seperti Menteri Luar Negeri untuk India, Leopold Amery dan Sir Archibald Wavell, raja muda India yang baru, berusaha untuk memberikan makanan kepada yang lapar, Churchill memblokir upaya mereka. Sebagai seorang imperialis yang gigih, Churchill tahu bahwa India, “Permata Mahkota” Inggris, sedang bergerak menuju kemerdekaan.

Dia membenci rakyat India karena hal itu. Dalam rapat Kabinet Perang, dia mengatakan bahwa kelaparan adalah kesalahan orang India karena mereka “berkembang biak seperti kelinci.” Kelaparan Benggala pun berakhir pada tahun 1944, berkat panen padi yang berlimpah–dan Inggris, belum sekalipun meminta maaf atas tragedi itu.

Baca Juga : Ngilu! Wanita China Dahulu Mengikat Kaki Demi Terlihat Cantik, Prosesnya Bikin Nangis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *