Kisah Sopir Bus AKAP Dipecat Gegara Tak Sholat

Mediadakwahislami.com—(Detik.com) PO Haryanto memiliki cerita legendaris tentang sopir yang dipecat gara-gara melalaikan sholat. Kejadian ini berlangsung sekitar dekade yang lalu.

Oleh Rian Mahendra selaku direktur operasional PO Haryanto, terjawab alasan pemecatan langsung ini. Alasan pertama yakni para karyawan sudah dianggap sebagai amanah oleh Allah SWT.

“Ada pernah ada kejadian. Kita itu sebenarnya kalau sama supir, kru ini kan amanah sih,” kata Rian.

“Jadi sedikit banyak perilaku mereka, kebiasaan-kebiasaan hidup mereka jadi tanggung jawab kita di hadapan Allah,” dia menambahkan.

“Karena bagi kita mereka itu amanah yang diberikan oleh Allah kepada kita,” kata dia lagi.

Kejadian supir dipecat ini dilakukan oleh pemilik, yakni Haryanto. Dalam hal ini, Rian menganggap apa yang dilakukan oleh bapaknya itu sebagai perintah perusahaan.

“Jadi ketika kita memerintahkan salat ya sifat kita sebenernya hanya bisa memerintah. Nggak mungkin dong kita mukul atau nggeret-nggeret mereka ke masjid,” dia menjelaskan.

“Tapi kita punya kuasa di sini,” Rian menambahkan.

Cerita pemecatan supir PO Haryanto yang tak salat bermula di kala ia diminta salat oleh bos besar. Namun, arahan itu ia indahkan hingga si pemilik masih melihatnya di luar selepas salam. Tanpa ba-bi-bu, sopir itu pun dipecat. Namun, kejadian ini hanya terjadi satu kali saja.

“Suatu saat suatu ketika ada orang yang di sini, di depan bapak langsung, ‘Nang salat!’, misalnya. Sebelum azan itu sudah ngingetin, orangnya ada di situ, lha begitu salam kok orangnya terlihat nggak ikut salat ya dikeluarin langsung,” kata Rian.

“Di sini kejadiannya (Garasi PO Haryanto Kudus), sekitar tahun 2012-2013. Tapi setelah itu nggak ada lagi. Kadang itu perlu buat ini,” imbuh dia.

Si sopir tak mau dipecat begitu saja dan berusaha buat balik lagi. Namun, Haryanto menolaknya.

“No, bapak orangnya satu, melanggar perintah langsung atau direct order, artinya kamu nyepelein perusahaan atau perintah bapak langsung. Kedua nyepelein Allah,” dia menegaskan.

Hingga kini, PO Haryanto belum menerima karyawan nonmuslim. Alasannya adalah perusahaan ini ingin mengajak semua karyawan berjuang di jalan Allah.

“Enggak. Landasan perusahaan ini berdiri untuk berjuang di jalan Allah. Jadi bagaiamana aku bisa mengajak orang beda keyakinan buat memperjuangkan keyakinanku,” kata dia.

“Kan nggak mungkin. Beda kalau konteksku bisnis, bedalah,” dia menambahkan.

“Tapi karena sejak awal konsepku untuk agama, akidah, untuk syariat Islam, ya nggak mungkin kita mengajak yang beda keyakinan untuk memperjuangkan keyakinanku,” kata Rian merinci.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *