Youtuber Sukabumi Suherman Yusuf Sebut Nabi Muhammad Bukan Islam, Minta Ampunan, Akui Untung Jutaan

Mediadakwahislami.com—(TribunJabar.id) Youtuber bernama Suherman Yusuf (43) dari Kampung Nagrak RT 02 RW 01 Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang sebut Nabi Muhammad SAW bukan Islam sudah minta maaf.

Dia minta maaf di hadapan MUI, Kepolisian, TNI dan Camat di Kantor MUI Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (20/3/2021) lalu yang disiarkan langsung akun Facebook MUI Kabupaten Sukabumi.

“Dengan mengharap ampunan, pertolongan dan rido Allah SWT pada hari ini Sabtu tanggal 20 Maret tahun 2021 atau bertepatan dengan 6 Sya’ban 1442 H, saya yang bertanda tangan dibawah ini Suherman Yusuf tempat tanggal lahir Sukabumi 21 Januari 1978 alamat Kampung Nagrak RT 02 RW 01 Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, mengakui dan menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa akun Youtube dengan nama Herman Zambeck dengan tema “Ngopi (Ngobrol perihal Iman dan Islam) itu adalah benar milik saya,” kata Suherman seperti dilihat Tribunjabar.id di facebook MUI Kabupaten Sukabumi, Jumat (26/3/2021).

“Saya benar bahwa benar isi konten tersebut pada poin satu di atas ditonton oleh kurang lebih 263 ribu orang dan diikuti 30 ribu subscriber. Bahwa saya mengakui bahwa isi konten tayangan terdiri dari Nabi Muhammad bukan agama Islam, syahadat satu kalimat,” katanya.

Ia mengakui motif membuat video itu untuk menambah subscriber dan untuk keuntungan pribadi yang sudah menghasilkan uang Rp 4.050.000.

“Setelah memunculkan kegelisahan dan bertentangan dengan akidah Islam pada umumnya. Bahwa motif dan pembuatan penayangan konten tersebut adalah untuk menambah subscriber guna menambah keuntungan secara pribadi.

Bahwa keuntungan yang didapat dari konten tersebut sebesar Rp 4.050.000 dengan rincian tanggal 21 september 2020 sebesar Rp 1.300.000, tanggal 21 november 2020 sebesar Rp 1.450.000, tanggal 21 januari 2021 sebesar Rp 2.300.000,” jelasnya.

“Bahwa ajaran dalam konten tersebut berdasarkan pada pemahaman pribadi bukan dari ajaran orang lain atau berdasarkan referensi tertentu,” katanya.

Ia mengaku menyesal telah membuat video itu yang membuat gaduh masyakarat. Ia pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Maka dengan dasar penjelasan dan penegasan dari MUI Kabupaten Sukabumi pada hari ini Sabtu tanggal 20 maret 2021, dengan ini saya menyatakan demi Allah saya menyesal dan mengakui kesalahan saya dan memohon yang saya sampaikan dalam konten tersebut, dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali akan menghapus akun atau konten tersebut saat ini juga,” ucapnya.

Ia juga menyatakan taubat dan mengucap ulang syahadat serta akan rutin mengikuti majelis taklim di pesantren.

“Dan menyatakan taubat dan akan mengucap ulang syahadat di hadapan para pengurus MUI Kabupaten Sukabumi, akan rutin mengikuti taklim di pesantren Warungkiara dengan kiai Encep Pardiana dan mengikuti pembinaan keagamaan di tingkat kecamatan dan kabupaten dengan jadwal ditentukan,” katanya.

Ia juga akan menyerahkan uang dari hasil video tersebut sebagai kipayah kepada Baznas Kabupaten Sukabumi.

“Kemudian saya akan menyerahkan hak hasil keuntungan dari tayangan tersebut sebagai kipayah sebesar Rp 4.050.000 pada hari ini juga tanggal 20 maret 2021 kepada Baznas Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

“Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguh-sungguhnya dari hati yang paling dalam tanpa unsur paksaan serta disaksikan oleh Kapolsek, Camat, Danramil Nagrak serta ketua MUI Kabupaten Sukabumi. Apabila kemudian hari mengulangi kesalahan tersebut siap untuk menerima sanksi sesuai undang undang yang berlaku,” tutup Suherman dalam permintaan maafnya.

Sebelumnya, Ketua MUI Kabupaten Sukabumi Oman Komarudin mengatakan, pihaknya telah menyelesaika permasalahan tersebut.

“Kemarin sudah diselesaikan, dia juga menyesal sampai menangis, menyesal, (buat, red) surat pernyataan kalau diulangi akan ada akibatnya, sudah itu sudah diselesaikan. Dari Camat, Polsek, Danramil, MUI datang semua, alhamdulillah selesai, dia tidak akan lagi mengulang, postingan juga dihapus,” jelasnya.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *