Jasad Pria Sedang Bersujud di Padang Pasir, Diduga Wafat Saat Sholat!

Mediadakwahislami.com—(Keepo.me) Beberapa peristiwa kematian yang tak biasa terkadang dikaitkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan sistem kepercayaan tertentu. Misalnya seperti kisah kematian seorang pria Arab Saudi yang viral belakangan ini, di mana ia ditemukan tewas bersujud di tengah padang pasir.

Dikutip dari Kompas.com, pria tersebut bernama Dhuwaihi Hamoud Al Ajaleen (40) dan telah dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya.

Pamit mencari kayu

Kepada keluarganya, Dhuwaihi sempat berpamitan untuk mencari kayu. Ia dilaporkan menghilang tanpa jejak dari rumahnya pada Kamis minggu lalu (16/7/2020) di Wadi Al Dawasir, Provinsi Riyadh. Dhuwaihi telah dilaporkan hilang selama tiga hari sebelum akhirnya polisi menemukan jasadnya bersujud di padang pasir.

Tim penyelamat yang saat itu sedang melakukan pencarian sedang melintasi daerah itu. Menurut media lokal, jasad Dhuwaihi ditemukan beberapa meter dari mobilnya.

Bahkan di dalam mobil pikap putih milik Dhuwaihi terdapat beberapa buah kayu yang menandakan selama ini Dhuwaihi memang sedang mencari kayu. Video yang diunggah oleh akun twitter @TheArabHash pada 21 Juli 2020 lalu itu pun menjadi viral dan dikomentari oleh sejumlah warganet twitter.

Warganet turut berduka cita atas penemuan jasad Dhuwaihi yang bersujud di tengah padang pasir itu, mereka juga memanjatkan doa untuk Dhuwaihi yang telah meninggal tersebut.

العثور على #مفقود_وادي_الدواسر متوفياً وهو ساجد لله تعالى..pic.twitter.com/FClNDNk6xz

— هاشتاق العرب (@TheArabHash) July 20, 2020

Misteri jenazah yang tak membusuk

Kematian Dhuwaihi membuat beberapa orang percaya bahwa semasa hidupnya almarhum memiliki banyak amalan yang baik, terbukti dari kematiannya yang dalam keadaan bersujud. Selain mati dalam keadaan bersujud, masyarakat juga menghubungkan jenazah yang awet dan tak membusuk memiliki hubungan erat dengan amal kebaikan berlimpah yang dilakukan almarhum / almarhumah semasa hidupnya. Namun, ternyata hal itu bisa dijelaskan secara ilmiah.

Mengutip detikHealth, sempat muncul pemberitaan sosok kiai di Blitar yang viral karena jasadnya ditemukan utuh meskipun telah terkubur selama 31 tahun. Ternyata semasa hidup, sosok yang dimaksud adalah Kiai Anwar Sudibyo yang merupakan pendiri pondok pesantren Tambakan di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Hal itu bukan pertama kalinya terjadi, bahkan pada Februari 2018 jasad seorang perempuan ditemukan utuh meski telah dikubur selama 10 tahun. Lalu pada September 2018 silam ada kabar tiga jasad sekeluarga di Ciamis masih tetap utuh meskipun telah dikubur selama 5-35 tahun.

Sebagian besar masyarakat memang menghubungkan peristiwa seperti itu dengan amalan baik almarhum semasa hidupnya. Ternyata ada penjelasan ilmiah di balik fenomena menggemparkan yang sering terjadi tersebut.

Jenazah yang tak membusuk bisa disebabkan oleh terbentuknya adiposera, yang merupakan senyawa organik seperti lilin yang sifatnya secara alami bisa memperlambat pembusukkan jenazah, adiposera dikatakan memegang peran penting dalam proses pengawetan jenazah di dalam kubur. Warna adiposera pun bervariasi, ada yang putih keruh hingga cokelat tua.

Dalam pembentukkannya sendiri, adiposera dapat terbentuk apabila bakteri anaerob bereaksi terhadap jaringan lemak di dalam tubuh. Biasanya adiposera akan secara optimal terbentuk bila jenazah berada di lingkungan dengan kelembaban yang tinggi serta minim oksigen. Bahkan juga terbentuk pada mayat yang terbenam dalam air atau rawa-rawa.

Lihat artikel asli/ foto-foto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *