Gus Baha: FPl Ahlussunah, Habib Rizieq Shihab Dzuriyah Rasul

Mediadakwahislami.com—(Sindonews.com) KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menegaskan bahwa FPl juga ahlussunah dan Habib Rizieq Shihab juga dzuriyah Rasul. “Rizieq Shihab merupakan seseorang yang berkepribadian baik,” ujarnya.

Menurut pengakuan Gus Baha, pernyataan ini disampaikan karena sering ditanya tentang Front Pembela lsIam (FPl) dan Riziek Shihab. “Habib Rizieq itu dzuriyah Rasul, nahi munkar pasti baik,” kata Gus Baha sebagaimana dilansir kanal Kajian Cerdas dalam jaringan YouTube yang saat tulisan ini dibuat sudah ditonton 887.480 orang.

Pemerintah telah membubarkan FPl melalui Surat Keputusan Bersama enam menteri dan kepala lembaga yang diumumkan pada Rabu, 30 Desember 2020. Dengan adanya SKB tersebut, FPl dilarang berkegiatan serta menggunakan simbol serta atribut organisasi.

Di sisi lain, Habib Rizieq ditahan dan mulai diadili dengan tuduhan dua perkara sekaligus. Pertama, terkait kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. Lalu, terkait kasus kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan di Megamendung Bogor, Jawa Barat.

Persidangan Rizieq akan berlangsung tatap muka di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada hari ini, Jumat (26/3/2021).

Gus Baha yang merupakan Rais Syuriah PBNU itu mengatakan bahwa Rizieq Shihab merupakan seseorang yang berkepribadian baik.

Ia kemudian membandingkan Riziek Shihab dan Quraish Shihab. “Ulama Quraish Shihab juga sama-sama merupakan dzuriyah rasul. Hanya, cara pandang mereka saja yang membuatnya berbeda,” ujar Gus Baha.

Ia lantas meminta agar masyarakat bisa menilai seseorang sesuai konteks dan latar belakang, sehingga makna yang timbul tidak menimbulkan kontroversi. “Saya ingin, yang ngaji sama saya itu, kalau Anda ittiba’ sama habaib, ya bandingannya dengan habaib,” pesan Gus Baha.

Di sisi lain, Gus Baha mengingatkan agar kita jangan gampang menuduh orang kafir. “Kalau berbuat dosa, maksiat, wajib bertobat. Jangan berlebihan menganggap kafir. Sebab kalau menganggap kafir terusannya jelek. Halal darahnya,” tutur Gus Baha.

Tragedi di Irak dan Afghanistan, menurut Gus Baha, karena tradisi ekstrim, mudah mengkafirkan. Sunni mengafirkan Syiah, Syiah mengafirkan Sunni. Jadi tradisi takfir itu ekstrim. “Dulu tradisi takfir memakan korban Ali bin Abu Thalib dan Muawiyah,” katanya.

Maka Ahlussunah wal-Jamaah itu sejak dulu, menurut Gus Baha lagi, jika melihat maksiat cenderung diam. Walisongo melihat maksiat diam. “Saya tidak tahu nanti tanggung jawabnya ke Allah seperti apa. Apa FPl yang benar atau Ahlussunah. FPl juga Ahlussunah, Habib Rizieq juga dzuriyah Rasul,” katanya. “Nahi munkar itu sudah pasti baik,” tuturnya kemudian.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *