Tewas karena Lindungi Ibunya dari Serangan Pencuri, Kematian Remaja Muslim Ini Sita Perhatian di Inggris

Mediadakwahislami.com—(Islampos.com) Seorang mahasiswa hukum bernama Hussain Chaudhary (18), ditikam hingga tewas saat melindungi ibunya dari preman yang mencoba mencuri jaket desainer di dalam rumah mereka. Kejadian tersebut terjadi pada 17 Maret 2021 lalu di Walthamstow, London Timur, Inggris.

Korban, yakni Hussain Chaudhary, mengalami luka di leher dan tewas di tempat kejadian. The Met melaporkan bahwa pemeriksaan post-mortem menunjukkan penyebab kematiannya karena syok hipovolemik dan luka tusuk di leher.

Sementara saudara laki-laki dan ibunya juga mendapat luka di tangan mereka.

Dinyatakan bahwa detektif telah memulai penyelidikan pembunuhan tetapi saat ini tidak ada yang ditangkap.

Menurut saksi, penyerang menikam leher korban dan menyamar sebagai pelanggan yang melarikan diri dari lokasi kejadian.

“Kami semua hancur karena dia adalah anak yang hebat dan dia meninggal saat melindungi ibunya dari pencuri. Dia saat ini belajar hukum di SOAS. Tangan ibunya terluka parah jadi dia masih dioperasi,” kata Reiss Chaudhary, paman korban.

Dalam sebuah pernyataan, keluarganya mengatakan bahwa mereka “sangat berduka atas kehilangan Hussain yang kita cintai”.

Teman korban, Wahab Ahmed yang menggambarkannya sebagai “jiwa yang sangat baik dan indah”, telah membuat halaman penggalangan dana online untuk membangun sebuah masjid untuk mengnangnya. Sejauh ini telah terkumpul lebih dari £ 34.000.

Ini menampilkan pesan dari saudara perempuannya Afia Chaudhry, yang mengatakan “adik laki-lakinya yang tampan telah meninggalkan dunia ini dengan cara yang sama dia lahir, yakni di pelukan ibuku.”

SOAS University of London juga mengatakan “sangat terkejut dan sangat sedih” mengetahui kematian Chaudhry.

Polisi dipanggil sekitar 17 jam setelah insiden penikaman tersebut. Petugas juga bersama dengan layanan ambulans London.

“Dalam keadaan tragis ini seorang anak laki-laki telah kehilangan nyawanya dan pikiran saya bersama teman-teman dan keluarganya selama waktu yang buruk ini,” kata inspektur kepala detektif komando spesialis Mets bernama Perry Benton.

Kejadian ini terjadi di jalanan yang ramai dan pada jam-jam sibuk.

“Saya menyarankan orang-orang untuk memeriksa kamera dasbor dan rekaman penduduk di kamera bel pintu mereka sehingga kami dapat menemukan beberapa informasi penting mengenai detail insiden tersebut,” kata Benton.

Terbaru, pihak kepolisian mengatakan bahwa seorang remaja 18 tahun ditangkap karena dicurigai melakukan pembunuhan di sebuah alamat di Bedfordshire pada Ahad. Pria berusia 18 tahun lainnya ditangkap di lokasi yang sama karena dicurigai membantu pelaku. Keduanya tetap ditahan.

Polisi Metropolitan sebelumnya mengatakan bahwa Marvin Ward, dari Westwood Road, Ilford East London, didakwa dengan pembunuhan mahasiswa hukum tahun pertama berusia 18 tahun pada hari Ahad.

Ward dijadwalkan hadir di Pengadilan Magistrat Barkingside pada hari Senin, kata polisi.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *