Benarkah Puan Mau Hapus Pendidikan Agama Islam? Ini Faktanya

Mediadakwahislami.com—(Republika.co.id) Beredar kabar di media sosial jika mantan menteri koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan RI, Puan Maharani, menyarankan untuk menghapus pendidikan agama Islam. Disebutkan, hal itu perlu dilakukan jika sebuah negara ingin maju.

Kabar yang berasal dari potongan gambar itu menunjukkan situs dengan domain OPRAIND.BLOGSPOT.COM dan membuat narasi ‘Puan: Jika Negara Ingin Maju Dan Berkembang, Pendidikan Agama Islam Harus Di Hapus!!’.

Potongan gambar tersebut juga menampilkan foto Puan yang sedang diwawancarai oleh awak media, dengan sumber foto berasal dari CNN Indonesia.

Penjelasan

Lantas, benarkah Puan berpendapat demikian? Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui situs resminya menegaskan jika kabar tersebut adalah hoaks. Dijelaskan, unggahan yang menyebar dari Facebook itu merupakan hasil editan dari beberapa artikel tentang tuduhan Musdah Mulia sebagai kader PDIP dan inisiator pendidikan agama Islam.

Hal tersebut juga sempat diklarifikasi oleh Musdah dan menyatakan, isu dia dan kader PDIP ingin menghapus pelajaran pendidikan agama Islam adalah tidak benar.

Berdasarkan penelusuran gambar CNN Indonesia yang dicatut, juga tidak mendeskripsikan Puan ingin menghapus pendidikan agama Islam. Sebaliknya, foto yang digunakan CNN Indonesia pertama kali pada 4 Mei 2018 itu, diambil ketika wawancara awak media bersama Puan menyoal strategi dan persiapan PDIP pada Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

Narasi yang digunakan dalam foto tersebut juga dipastikan telah diedit untuk menonjolkan hasrat Puan dalam menghapus PAI. Sebab, narasi dalam berita yang ditulis CNN Indonesia juga tidak sedikit pun membahas pendidikan agama Islam.

Kategori:

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, dipastikan jika informasi Puan yang ingin menghapus pendidikan agama Islam adalah berita hoaks. Terlebih, situs berita yang ditampilkan dalam potongan gambar tersebut OPRAIND.BLOGSPOT.COM’ juga sudah tidak bisa diakses.

Tak hanya itu, kabar hoaks tersebut sebenarnya juga sudah dikonfirmasi sejak 2019 lalu oleh berbagai media arus utama dan Kominfo.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *