UAS Jelaskan Batas Akhir Qadha Puasa Tahun Lalu Hingga Manfaat Mengqadha Puasa Senin Bulan Syaban

Mediadakwahislami.com—Ramadhan 1442 Hijriah hampir tiba, sudahkah utang puasa tahun lalu dilunaskan? Simak penjelasan Ustadz Abdul Somad atau lebih dikenal UAS tentang batas akhir mengqadha utang puasa tahun lalu dalam artikel berikut.

Tidak lama lagi Bulan Suci Ramadhan pada tahun 2021 akan segera tiba. Dalam kalender Hijriah, pada hari ini, Jumat (12/3/2021), umat muslim telah memasuki 28 Rajab 1442 H. Itu artinya, hanya menyisakan 32 hari lagi, umat Islam akan memasuki Bulan Ramadhan 1442 H.

Tanggal 1 Ramadhan 1442 H diperkirakan akan jatuh pada hari Selasa, 13 April 2021. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan 2021 jatuh pada 13 April.

“1 Ramadhan 1442 H jatuh pada hari Selasa Wage 13 April 2021,” demikian tertulis dalam maklumat PP Muhammadiyah yang dikeluarkan pada Rabu (10/2/2021).

Menurut PP Muhammadiyah, Ijtimak jelang Ramadhan 1442 H, terjadi pada Senin pon (12/4/2021) pukul 09.33 WIB.

Diketahui, dalam penentuan awal puasa Ramadhan, Muhammadiyah menggunakan metode Hisab. Sedangkan pemerintah menggunakan dua metode untuk menentukan awal Ramadhan, yakni metode Rukyatul Hilal dan Hisab (perhitungan).

Saat ini, pemerintah belum menetapkan awal jatuhnya Bulan Suci Ramadhan 1442 H. Penentuan 1 Ramadhan akan diumumkan oleh pemerintah setelah menggelar sidang isbat pada 12 April 2021 mendatang.

Sebagaimana diketahui, puasa di Bulan Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi umat muslim yang tidak boleh ditinggalkan. Kendati demikian, ada beberapa sebab yang memperbolehkan umat muslim untuk meninggalkan ibadah wajib ini, namun dengan catatan harus menggantinya di lain waktu.

Seperti misalnya bagi kaum wanita yang tidak bisa menjalankan ibadah puasa jika sedang mengalami haid atau menstruasi. Maka bagi mereka wajib untuk mengganti puasa Ramadhan sebanyak hari yang ditinggalkan di lain waktu, di luar Bulan Ramadhan.

Jelang Ramadhan 1442 hijriah yang tidak lama lagi akan tiba, sudahkah Anda melunasi semua utang-utang puasa yang ditinggalkan pada Ramadhan tahun lalu? Jika belum, kapan batas akhir untuk membayar atau meng-qadhanya ?

Batas akhir bayar puasa Ramadhan tahun lalu

Pertanyaan perihal qadha atau bayar utang puasa itu rupanya pernah dijelaskan oleh Dai Kondang asal Riau, Ustadz Abdul Somad alias UAS. Penjelasan tersebut disampaikan usai menjawab pertanyaan seorang jamaah. Hal ini sebagaimana dilansir dari tayangan video unggahan YouTube Kun Ma Alloh berjudul Batas Waktu Qada Puasa Ramadhan | Ust. Abdul Somad, Lc. MA.

Disampaikan UAS, bagi seseorang yang ingin membayar utang puasa Ramadhan tahun lalu, batas waktunya adalah sampai bulan Ramadhan selanjutnya (tahun ini) tiba. Itu artinya, hingga hari terakhir di bulan Sya’ban, seorang muslim masih bisa melakukan qadha puasa Ramadhan tahun lalu.

“Batasnya (qadha puasa Ramadhan tahun lalu) kapan ? sampai Ramadhan (tahun) ini,” ungkap UAS.

Lebih lanjut, Ustad Abdul Somad juga memaparkan keuntungan bagi yang hendak membayar utang puasa di bulan Syaban pada hari Senin. Maka bagi orang tersebut, kata UAS, akan mendapatkan tiga keuntungan. Yakni utang puasanya lunas untuk satu hari yang ditinggalkan, serta mendapat keutamaan puasa sunah Syaban dan juga puasa hari Senin.

“Siapa yang mengganti puasa di bulan Sya’ban hari Senin, otomatis dapat tiga, puasa qadha lunas satu hari, puasa sunah syaban dapat, puasa hari Senin dapat,” imbuh UAS.

Meski bisa mendapat tiga keuntungan itu sekaligus, lanjut UAS, orang yang hendak membayar puasa tidak perlu mengucapkan niat satu per satu untuk masing-masingnya. Tapi, cukup diniatkan untuk satu saja, yakni niat untuk qadha puasa Ramadhan.

“Niatnya satu aja, saya niat puasa qadha. Otomatis dapat tiga. Jadi enggak perlu niatnya tiga,” pungkas UAS.

Ramadhan tiba, tapi puasa tahun lalu belum dibayar

Lantas, bagaimana jika seandainya belum juga membayar utang puasa Ramadhan tahun lalu, sementara bulan Ramadhan tahun ini tiba ? UAS pun menjabarkan bahwa seseorang itu masih bisa membayarkan utang puasanya setelah bulan Ramadhan tahun ini berakhir. Akan tetapi, tanggungannya jadi bertambah untuk qadha yang dilakukan setelah Ramadhan tahun ini berakhir.

Di qadha puasa selanjutnya, orang tersebut tak hanya harus membayar puasanya, melainkan juga harus membayar fidyah, yakni dengan cara memberikan makan orang miskin selama satu hari.

“Kalau sampai Ramadhan (tahun ini) dia belum men-qadha juga ? maka dia dapat qadha setelah Ramadhan plus fidyah. Fidyah apa ? memberi makan fakir miskin selama satu hari,” ujar UAS.

“Bukan satu kali makan, tapi satu hari makan. Paling tidak tiga kali, makan pagi, siang, makan malam,” sambung UAS.

Untuk menyimak penjelasan UAS selengkapnya terkait batas akhir membayar utang puasa Ramadhan tahun lalu dapat disimak dalam tayangan video berikut ini.

Sumber: Serambines.com/ Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *