Subhanallah, Kisah Hijrah Preman Badan Penuh Tato, Dulu Beringas Kini Taubat & Jadi Mantu Kiai, Simak Kisahnya

Mediadakwahislami.com—(Merdeka.com) Perjalanan hidup pria bernama Lalan Maulana membuat banyak orang merasa takjub. Ada tangan Tuhan di balik cerita dan pengalaman unik semasa hidupnya di masa lampau.

Ia pernah menjadi sosok remaja yang jauh dari kebaikan. Turun ke jalanan sedari dini membuat dirinya tak mampu menahan godaan untuk mabuk hingga mencuri.

Hal itu terus berulang hingga akhirnya ia mendapatkan mimpi dan bertaubat. Kini, Lalan menjalani hidup sebagai muslim yang baik dan menikah dengan putri dari pimpinan pesantren, tempatnya dibesarkan.

Seperti apa kisahnya? Simak ulasannya berikut ini.

Awal Cerita Turun ke Jalanan

Pria berdarah Sunda ini memiliki kisah kelam di masa lalu. Di usia 12 tahun, ia memutuskan untuk turun ke jalanan dan berkawan dengan keburukan. Mulai dari obat-obatan, minuman keras, hingga razia Satpol PP merupakan makanan sehari-hari Lalan kala itu.

“Awal waktu saya turun ke jalan itu umur 12,” terangnya dalam kanal YouTube Talk Show tvOne.

“Waduh. Dimana waktu itu?” tanya Ronal Surapradja.

“Di blok M. Di situ berawal dari ngamen sih. Awalnya apa sih dulu, dulu kayak ada bahasanya cimbrit,” jawabnya.

“Apaan ya?” tanya presenter lain.

“Kayak pil gitu terus rajin keciduk satpol PP. Bagi mereka kayak sudah enggak aneh gitu,” terangnya.

Mencopet Jadi Gaya Hidup

Bukan untuk memenuhi kebutuhan hidup, mengambil barang yang bukan miliknya ia sebut sebagai gaya hidup yang lumrah saat itu. Hal ini lantaran semua kawan jalanan Lalan juga kerap kali melakukan hal yang sama.

“Biasanya temannya kriminal itu. Ngapain saja dulu?” tanya Ronal.

“Lebih ke nyolong kali ya. Nyolong-nyolong sama nyopet,” ceritanya.

“Waktu itu buat apa? Buat memenuhi kebutuhan hidup atau apa kah?” tanyanya kembali.

“Ya buat gaya hidup aja itu,” ujarnya.

Orang Tua Bercerai

Turun ke jalanan rupanya merupakan salah satu cara Ronal guna menangkis rasa sakit saat kebahagiaannya direnggut tatkala kedua orang tua memutuskan untuk bercerai. Sejak saat itu, ia lantas diasuh dan tinggal bersama nenek tercinta.

“Orang tua tahu?” tanya Ronal.

“Belum, belum tahu,” ungkapnya.

“Bilangnya apa waktu kamu di jalan?” tanyanya.

“Apa ya. Dulu memang enggak sekolah ya, jadi waktu ibu sama ayah saya cerai, saya sudah mulai turun ke jalan. Kan tinggal sama nenek, enggak nyaman lah,” paparnya.

Dikirim ke Pesantren

Menyadari kenakalannya kala itu, ayah Lalan kemudian memaksa dirinya untuk bersekolah di pesantren. Meski demikian, lingkungan pesantren yang religius tak serta merta langsung membuatnya jera dan bertaubat.

“Saya pulang itu bawa ganja. Ya itu saya langsung dioper ke daerah Tasik,” ceritanya.

“Oh di pesantren?” tanya Ronal.

“Iya, di usia 15 itu,” jawabnya.

“Itu sudah langsung jadi orang baik belum?” tanyanya kembali.

“Enggak, malah makin kesel gitu. Soalnya kan kalau kita enggak salat kan dicambuk pakai rotan,” paparnya.

Dapat Mimpi & Taubat

Hingga datang suatu masa tatkala Lalan mendapatkan mimpi aneh di sela-sela waktu istirahatnya di pesantren. Ia seolah mendapatkan hidayah untuk kembali ke jalan Tuhan.

Lalan bermimpi, ia merasakan mati dan sempitnya liang kubur. Sejak saat itu, ia lantas memutuskan untuk bertaubat dan menjadi pribadi yang lebih baik.

“Tumben malam itu saya sendiri tidurnya. Saya matiin lampu, saya tidur, saya mimpi di samping saya itu ada pocong. Terus pas balik badan, pas banget kan lihat mukanya[…] Saya buka, loh kok muka saya. Di situ kayak dikasih gambaran lama gitu, oh jadi kayak gini gitu, gelap, sempit terus di sebelah makam saya lihat terang gitu. Terang, luas, lega, dia cuma bilang sih ini orang baik,” tuturnya.

Lamar Anak Pimpinan Pesantren

Tak hanya mendapatkan taubat, Lalan pun juga mendapatkan jodoh saat menimba ilmu di pesantren. Ia berhasil melamar putri sang pimpinan pesantren.

“Setiap kali saya ke pengajian, saya menjual nama dia (ustaz)[…] Bahkan, saya melamar pun menjual nama dia,” terangnya.

“Hah? Melamar?” tanya Ronal.

“Calon istri. Istri saya, mertua pimpinan pesantren,” ujarnya.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *