Kronologi Sidang Habib Rizieq Sempat Ricuh Hingga Pengacara dan Terdakwa Walk Out

Mediadakwahislami.com—(Merdeka.com) Sidang perdana Mohammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq terkait kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung, serta kasus berita bohong RS Ummi Bogor digelar hari ini, Selasa (16/3) secara virtual. Rizieq menghadiri sidang secara online di Bareskrim Polri, sementara itu para Jaksa Penuntut Umum (JPU), majelis hakim, dan penasihat hukum Rizieq berada di di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Agenda sidang hari ini rencananya adalah pembacaan surat dakwaan terhadap enam berkas perkara tindak pidana kekarantinaan kesehatan atas nama terdakwa Mohammad Rizieq dan kawan-kawan.

Belum selesai Jaksa Penuntut Umum membacakan keenam dakwaan, penasihat hukum Rizieq yang terdiri dari Munarman, Novel Bamukmin, dan Alamsyah Hanafiah menginterupsi majelis hakim. Mereka menyatakan keberatan terhadap sidang yang dilaksanakan secara online dan terpisah, yakni dari pengadilan dan dari Bareskrim Polri. Para penasihat hukum Rizieq meminta agar Rizieq dihadirkan secara langsung ke ruang persidangan.

Majelis hakim pun menskors persidangan dan langsung mengadakan musyawarah untuk menanggapi permintaan tim penasihat hukum Rizieq. Kemudian, majelis hakim memutuskan untuk tetap melanjutkan persidangan secara online.

Mendengar pernyataan itu, tim penasihat hukum Rizieq tidak terima dengan keputusan majelis hakim. Para tim penasihat hukum itu pun meluapkan emosinya dengan berteriak-teriak hingga menimbulkan kegaduhan di PN Jaktim, sebelum akhirnya menyatakan walk out dari persidangan.

“Kalau ada tokoh yang bisa dihadirkan dalam sidang mengapa saya tidak? Napoleon Bonaparte didatangkan (ke ruang sidang). Lagipula faktanya saya tidak di pengadilan, saya di Mabes Polri,” kata Rizieq

“Saya harap majelis hakim bisa mengambil keputusan arif dan bijak, kalau (saya) tidak bisa dihadirkan di sidang sekarang ini, harus dihadirkan di sidang yang akan datang,” pintanya.

Sesaat setelah itu, Rizieq pun ikut meninggalkan ruang sidang tanpa seizin majelis hakim. Layar yang menampilkan Rizieq sempat dimatikan. Melihat layar Rizieq mati, Novel Bumakmin sempat mendekat ke meja Majelis Hakim dan JPU menunjukkan protes sambil menunjuk-nunjuk keduanya.

Ketua majelis hakim, Khadwanto pun langsung menegur jaksa karena terdakwa meninggalkan ruang persidangan.

“Menghadirkan terdakwa di ruang visual di Bareskrim adalah kewajiban saudara, paham? Apabila saudara tidak bisa menghadirkan terdakwa di ruang audio visual yang ada di Bareskrim, sidang tidak bisa dilanjutkan. Saudara wajib menghadirkan terdakwa,” kata Khadwanto kepada JPU di PN Jaktim, Selasa (16/3).

Tim Jaksa Penuntut (JPU) yang hadir di Bareskrim Polri sebenarnya sempat menahan agar Rizieq tidak meninggalkan ruang sidang, namun terdakwa tetap meninggalkan ruang sidang karena merasa bahwa keputusannya untuk walk out adalah haknya.

Sidang hari itu akhirnya ditunda hari Jumat 19 Maret 2021 dengan agenda yang sama yaitu pembacaan surat dakwaan.

Lihat selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *