Eks Gitaris Boomerang John Paul Ivan Ungkap Alasan Jadi Mualaf, Dimulai dari Gelisah, Simak Kisahnya!

Mediadakwahislami.com—Mantan gitaris band Boomerang, Johannes Paulus Ivan atau lebih dikenal dengan nama John Paul Ivan menceritakan tentang perjalanannya menjadi seorang mualaf. Kata lelaki berusia 50 tahun, perjalanannya memeluk agama Islam berawal dari rasa gelisah.

Hal tersebut diceritakan John dalam video di saluran YouTube Talk Show tvOne dengan judul ‘Inspirasi Jalanan – John Paul Ivan dan Jalan Hidup Barunya’ yang tayang pada 17 Februari 2019 silam.

John bercerita, keputusannya menjadi mualaf sempat mendapat pertentangan dari keluarga. Namun, John berusaha menjelaskan bahwa ia mantap memilih untuk menjadi seorang muslim atas segala pertimbangan yang telah dilakukannya.

Mualaf Tahun 2006

John mengatakan, dirinya sudah memeluk agama Islam sejak tahun 2006. Bukan tanpa alasan, John mengaku telah mendalami agama Islam jauh sebelum ia memutuskan untuk pindah keyakinan.

“Banyak tidak tahu bahwa John Paul Ivan adalah seorang muslim loh,” kata Ronal Surapradja. “Mualaf ya tahun 2006,” kata John.

Ada Kegelisahan

Sebelum memeluk agama Islam, John banyak belajar tentang ilmu agama. Kala itu, ia pun merasa ada kegelisahan di hatinya dan ingin mencari tahu lebih banyak mengenai agama hingga akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam.

“Waktu itu apa pemicunya jadi mualaf,” tanya Ronal.

“Sebelum saya memutuskan jadi mualaf, saya baca. Istilahnya gini, saya ingin mencari tahu, istilahnya apa sih itu agama. Sekitar tahun 2000an ada kegelisahan di hati saya, hatinya ingin tahu. Kita ga mau menerima aja. Kita kan sebenarnya dunia ketiga, hanya menerima aja. Mau itu Islam, Kristen,” terang John.

Ditentang Keluarga

John kemudian mengucap syahadat sebagai proses memeluk agama Islam dilakukannya pada tahun 2006. Setelah memeluk agama Islam, John mengatakannya kepada keluarga dan ternyata mendapat pertentangan.

“Ada (proses di Islam-kan) di Sunda Kelapa, mengucapkan kalimat syahadat (tahun) 2006. Terjadi pertentangan (di keluarga) pasti ada. Ya sudah kita jalani aja, kayak begituan hal lumrah kayak keluarga dari beda agama. Jalanin aja. Saya jelasin, saya memilih ini dari saya sendiri,” papar John.

Tak Ganti Nama

John memberikan tanggapan tentang keputusan kebanyakan orang mengganti nama setelah pindah keyakinan. Bagi John, hal tersebut tak perlu. Soalnya, yang terpenting adalah pikiran dan hatinya.

“Saya harap bisa diterima gitu, akhirnya ya it’s ok. Gak perlu (ganti nama). Buat saya gak usah, yang penting ini (pikiran) dan ininya (hatinya),” terang dia.

Sumber: Merdeka.com (Lihat artikel asli/ Foto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *