Sering Dilakukan, Bolehkah Mengelap atau Mengeringkan Air Wudhu di Wajah? Simak Penjelasan UAS

Mediadakwahislami.com—Apakah Anda merupakan salah satu yang sering menyeka atau mengeringkan wajah setelah mengambil air wudhu? Lalu, apakah Anda bertanya-tanya apakah kebiasaan itu sebenarnya dibolehkan atau tidak? Apa hukumnya? Simak penjelasan dari Dai Kondang Ustadz Abdul Somad alias UAS dalam artikel berikut.

Wudhu adalah salah satu cara untuk mensucikan hadas kecil sebelum melaksanakan shalat. Sebagaimana diketahui, salah satu syarat sahnya shalat adalah suci dari hadas besar maupun kecil. Mengambil air wudhu sebelum shalat juga diperintahkan oleh Allah dalam firman-Nya yang terdapat di Surah Al-Maidah ayat 6 sebagai berikut.

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَا غْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَ يْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَا فِقِ وَا مْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَ رْجُلَكُمْ اِلَى الْـكَعْبَيْنِ ۗ 

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki,”

Bagian-bagian tubuh yang disebutkan dalam firman Allah seperti ayat di atas merupakan anggota wudhu yang wajib dibasuh. Akan tetapi, dalam praktiknya, kerap sekali orang-orang mengambil wudhu dengan menggunakan banyak air. Salah satunya seperti pada saat membasuh di bagian muka atau ketika menyapu bagian kepala.

Tak jarang, usai mengambil air wudhu, ada yang mengelap atau mengeringkan sisa-sisa air yang masih menempel di bagian yang dibasuh itu. Suatu hal ringan namun cukup membuat bimbang dengan hukumnya. Apakah boleh menyeka sisa-sisa air wudhu yang masih menempel di wajah atau bagian lainnya ?

Hukum menyeka atau mengeringkan bekas air wudhu

UAS dalam sebuah video singkat tanya jawab yang diunggah di kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official menyampaikan, bahwa tidak ada hadis yang membahas tentang mengelap atau mengeringkan air bekas wudhu.

“Tapi pendapat Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu Syarah Muhadzab ada,” kata UAS seperti dikutip dari unggahan video berjudul BOLEHKAH MENGELAP AIR WUDHU ? | Ustadz Abdul Somad, Lc., MA., Ph.D.

Lebih lanjut, UAS memaparkan hukum yang membahas soal menyeka air wudhu seperti yang terdapat dalam kitab tersebut.Berdasarkan pendapat Imam An-Nawawi, jelas UAS, hukum mengelap atau mengeringkan bekas air wudhu paling tinggi ialah makruh.

“Paling tinggi makruh, ga sampai haram,” katanya.

Bolehkah dilakukan ?

Meski hukumnya tidak sampai haram, UAS menyarankan sebaiknya masyarakat khususnya di Indonesia, tidak mengeringkan atau menyeka sisa air wudhu di bagian tubuh.

“Kalau kita di Indoensia, sebaiknya jangan dilap. Abis wudhu pakai shalat,” ujarnya.

Namun berbeda jika berada di wilayah-wilayah tertentu dengan kondisi iklimnya yang juga berbeda. Dalam kesempatan yang sama, UAS berbagi pengalamannya mengenai permasalahan berkaitan ketika ia masih berada di Maroko.

UAS, sebagaimana diceritakan olehnya saat berada di Maroko akan mengeringkan bekas sisa air wudhu pada bulan-bulan tertentu. Yaitu ketika Maroko sedang mengalami musim dingin. Tapi sebaliknya, saat musim panas, UAS tetap membiarkan air wudhu menempel dan membasahi anggota wudhunya.

“Tapi saya waktu di Maroko bulan Desember, Januari saya lap. Bulan Agustus Bulan Juli engga saya lap, saya biarkan basah-basah,”

“Kenapa ? Desember-Januari musim dingin, kalau tidak di lap menggigil. Apalagi di asrama tidak ada pemanas. Saya tinggal di asrama,” terangnya.

Jika tidak dikeringkan, lanjut UAS, maka tubuhnya tidak tahan dengan kondisi dinginnya cuaca pada bulan tersebut. Sementara orang-orang yang memang berasal dari negara Maroko, tidak menggunakan air ketika berwudhu di musim dingin. Akan tetapi, mereka berwudhu secara tayamum dengan menggunakan batu, yang juga disediakan di setiap masjid.

Sedangkan di Indonesia yang beriklim tropis, tambah UAS, masyarakat pada umumnya lebih suka jika tubuhnya basah dengan air.

Sumber: Serambinews.com/ Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *