Isra’ Miraj, Israel Tangkap Imam Masjid Al-Aqsa Syekh Ekrima S hingga HNW Cerita ke Sidratul Muntaha

Mediadakwahislami.com—(Wartakotalive.com) Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW diwarnai kekejaman polisi Zionis Israel. Polisi Israel tangkap Imam Masjid Al-Aqsa H Jerusalem, Syekh Ekrima Sabri. Ekrima Sabri  ditangkap bersama sejumlah aktivis warga Palestina lainnya. Syekh Ekrima Sabri dicokok di rumahnya di wilayah Al-Sawana Yerusalem Timur.

Isra Miraj adalah kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram, Arab Saudi, ke Masjid Al-Aqsa di Jerusalem hingga diangkat ke Sidratul Muntaha dan mendapat wahyu terkait salat lima waktu. Penangkapan Syekh Ekrima Sabri dikomentari Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid alias HNW melalui akun twitternya.

“Israel Kembali tebar teror & tangkap Imam/Khatib Masjid Al-Aqsa Syaikh Ikrimah S. Saat Umat kembali peringati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW,” ujar HNW, Kamis (11/3/2021) pagi ini.

Menurut HNW, Isra Miraj adalah kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjid Al Haram-Masjid Al-Aqsha-Sidratul Muntaha.

“Mu’jizat yang hadirkan Islam sebaga rahmat,” katanya.

Seperti diketahui, Syekh Ekrima Sa’id Sabri  lahir 1939 juga Mufti Agung Yerusalem dan Palestina dari Oktober 1994 hingga Juli 2006. Ia diangkat oleh Yasser Arafat. Mahmoud Abbas mencopot Sabri sebagai mufti Pada bulan Juli 2006, dilaporkan karena popularitasnya yang semakin meningkat dan ekspresi terbuka atas tuduhan rasial, pandangan politik sepihak. Wikipedia menulis,  Mahmoud Abbas kemudian menunjuk Muhammad Ahmad Hussein pada Juli 2006 sebagai penerus Sabri.

Kisah Isra Miraj

Isra Miraj adalah kisah atau peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Arab Saudi ke Masjidil Aqsha di Palestina (Jerusalem). Setelah itu, Nabi Muhammad SAW diangkat atau  naik ke Sidratul Muntaha dan mendapat wahyu terkait salat lima waktu. Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Harram-Masjidil Aqsha-Sidratul Muntaha berlangsung malam hari.

Sebuah perjalanan lintas dimensi yang sulit dijangkau dengan pemikiran manusia dan sampai hari ini teknologi paling mutakhir belum mampu menandingi. Pemahaman terkait perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW hanya bisa dilakukan dengan keimanan. Seperti diberitakan Kompas Tv, polisi Israel menangkap sembilan warga Palestina dari berbagai tempat di Tepi Barat, Palestina pada Rabu (10/3/2021) malam waktu setempat. Sheikh Ekrima Sabri, imam Masjid Al-Aqsa juga ikut ditangkap

The Palestine Prisoners Society (PSS), organisasi yang melayani para tahanan asal Palestina adalah pihak yang pertama kali mengungkapkan kabar ini. Pers rilis PPS menyebut, polisi Israel menangkap Sheikh Ekrima Sabri di rumahnya di daerah Al-Sawana, Yerusalem Timur. Sheikh Ekrima Sabri adalah ulama yang vokal menentang kebijakan Amerika, terutama soal pemindahan Kedubes Amerika Serikat untuk Israel di Yerusalem. Ia sempat terluka karena tentara Israel saat menentang pemasangan alat deteksi logam di pintu masuk masjid Al-Aqsa.

Mengutip media lokal Wafa, polisi Israel berdalih, mereka sedang mencari para buronan asal Palestina. Dalih ini sering digunakan untuk penggerebekan yang dilakukan aparat Israel hampir setiap hari. Penangkapan semacam ini kerap memicu perlawanan dari penduduk Palestina. Penggerebekan semacam ini dapat terjadi di daerah di mana otoritas Palestina semestinya memegang penuh kendali. Namun, razia ini kerap berjalan tanpa berdasarkan surat penahanan. Masyarakat Palestina bisa tiba-tiba terkena razia di mana pun dan kapan pun militer Israel menghendaki.

Di bawah hukum militer Israel, komando militer memiliki otoritas eksekutif penuh, legislatif dan peradilan atas lebih dari 3 juta warga Palestina di Tepi Barat. Palestina tidak memiliki suara terkait bagaimana kewenangan ini diterapkan. Selain Sheikh Ekrima Sabri, aparat Israel juga menangkap seorang mantan tahanan setelah menyerbu sebuah rumah di kota al-Khader, selatan Yerusalem.

Mereka juga menahan dua warga Palestina lainnya setelah membobol dan menggeledah rumah-rumah keluarga mereka di dekat kota Beit Fajjar. PPS juga memastikan ada penyerangan serupa oleh militer di kamp pengungsi Aida, di utara Yerusalem.  Seorang warga Palestina juga ikut ditahan dari sana.

Sementara, di Tepi Barat bagian utara pasukan Israel menahan tiga wargan Palestina dari kota Jenin dan seorang seorang warga Palestina lain ditangkap dari Kabupaten Qalqiliya. Tentara Isreal juga menggerebek Kota Ad-Dhahr Silat. Mereka menggeledah dan mengacak-acak beberapa rumah. Sebagian penghuni juga ikut diinterogasi. Namun, tentara tak menangkap siapapun.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *