Agar Sedekah Kita Tidak Sia-sia, Berikut 4 Cara agar Rezeki Menjadi Berkah

Mediadakwahislami.com—Orang bijak berujar: “Rezeki itu yang dicari bukan seberapa banyaknya, tetapi seberapa berkahnya.” Namun penulis kurang setuju dengan ungkapan tersebut. Menurut penulis, rezeki itu yang dicari adalah seberapa banyak dan berkahnya. Inilah yang ideal. Dengan rezeki yang banyak dan berkah, maka kita akan bisa membantu orang lebih banyak dan luas.

Memang, rezeki banyak belum tentu memberikan manfaat yang optimal bagi seseorang. Sebaliknya, rezeki sedikit yang berkah akan selalu memberikan manfaat lebih. Namun, jika rezeki banyak dan berkah, sekali lagi, manfaatnya akan jauh lebih besar dan maksimal. Intinya, keberkahan itu yang menjadi tujuan dan harapan semua orang.

Dan keberkahan rezeki pula, kita bisa merasakan kecukupan, kedamaian dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Siapa yang tidak ingin seperti itu? Hampir semua orang tanpa terkecuali mendambakan keberkahan dan kelimpahan rezeki itu.

Lalu, bagaimana caranya agar rezeki kita mendapatkan keberkahan dari Allah SWT? Dalam buku “Sedekah: Hidup Berkah Rezeki Melimpah” karya Candra Himawan dan Neti Suriana (2013: 10-15) disebutkan beberapa 4 cara memperoleh keberkahan rezeki.

Pertama, penghasilan yang halal.

Sumber penghasilan yang halal menjadi syarat utama meraih keberkahan rezeki dan hidup. Jadi, jika rezeki Anda sumbernya dari sesuatu yang dilarang agama (haram), maka jangan berharap hidup dan rezeki Anda berkah. Toh jika keberkahan atau kebahagiaan diraih, itu adalah istidraj.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah: “Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad).

Oleh karena itu, kita harus menjada betul kehalalan rezeki kita. Dalam menjemput rezeki Allah, wajib bagi kita menghindari pekerjaan yang mengandung unsur haram atau syubhat. Terkait hal ini, kita bisa belajar kepada ayah Imam Syafi’i dalam mencari rezeki yang halal.

Sang ayah, yakni Idris bin Abbas Rahimahullah pada uatu ketika sedang menyusuri sungai. Di bawah pohon rindang, Idris menemukan sebuah buah delima yang turut hanyut dalam arus sungai. Karena pada saat itu perutnya dalam keadaan kosong, maka ia pun secara spontanitas memakan buah delima tersebut.

Buah tersebut belum sampai habis dimakan, Idris baru menyadari bahwa buah itu bukan miliknya dan pasti ada pemiliknya. Sehingga ia berpendapat bahwa buah yang terlanjur dimakan itu haram dikonsumsi. Bersegerah ayah Imam Syafi’i menelusuri siapa pemilik buah tersebut dengan maksud hendak meminta restu kepada pemiliknya agar buah yang terlanjur di makan itu menjadi halal.

Kedua, hindari mendzalimi orang lain.

Dalam QS. An-Nisa [4]: 29-30, Allah memberikan petunjuk agar orang-orang beriman tidak saling memakan harta sesama orang beriman dengan cara yang tidak benar (batil). Ayat tersebut juga menegaskan bahwa cara-cara mencari rezeki dengan mendzalimi orang lain, seperti penipuan, korupsi dan penjarahan, tidak akan memberikan manfaat bagi kita, apalagi berharap keberkahan.

Rasulullah bersabda: “Setiap ruas tulang manusia harus bersedekah setiap hari selagi matahari terbit. Kamu mendamaikan dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong seseorang menaiki kendaraanmu atau menaikkan barang-barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang digunakan menuju shalat adalah sedekah, dan kamu menyingkirkan gangguan dari jalan juga sedekah.” (HR. Bukhari).

Hadis di atas sangat gamblang bahwa berbuat baik adalah sedekah. Sementara mendzalimi orang itu termasuk dosa. Maka, jika ingin rezekimu berkah, janganlah mendzalimi orang lain.

Ketiga, iringi dengan sedekah.

Sedekah menjadi jalan untuk meraih keberkahan rezeki. Banyak kisah tentang keajaiban sedekah. Memang, secara matematika konvensional, sedekah itu akan mengurangi harta. Namun, dalam ‘matematika’ Allah, justru sedekah akan menyuburkan rezeki. Allah akan memberikan pahala berlipat ganda, salah satunya diberikan keberkahan hidup.

Peliharalah harta bendamu dengan cara mengeluarkan zakat. Dan obatilah penyakitmu dengan sedekah. Dan hadapilah cobaan yang datang bertubi-tubi dengan doa dan merendahkan diri kepada Allah.” (HR. Abu Dawud).

Masih banyak lagi keutamaan sedekah yang secara garis besarnya dapat menjadikan jalan hidup kita damai dan bahagia. Semua itu merupakan bentuk keberkahan rezeki yang kita peroleh dari usaha yang maksimal melalui jalan yang halal dan diridlai oleh Allah SWT.

Keempat, kuatkan dengan taqwa dan tawakkal.

Takwa merupakan kunci pembuka rezeki dan hidup berkah. Dalam QS. At-Thalaq [65]: 2-3, Allah kembali menegaskan bahwa barang siapa yang betaqwa, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar (dari segela persoalan hidup) dan Allah akan memberi rezeki dari arah yang tak terduga-duga.

Taqwa menuntut kita untuk usaha (ikhtiar) semaksimal mungkin, meski usaha kita terbatas. Pada titik inilah, kita harus bertawakkal kepada Allah. Artinya, setelah melibatkan Allah dalam segala hal, termasuk menjemput rezeki, lalu hasil akhirnya kita serahkan semua kepada Allah.

Diantara ciri rezeki yang berkah adalah, membawa pemiliknya pada ketaatan kepada Allah SWT. Rezeki yang baik dari dari sumber yang baik akan membawa kebaikan pada pemiliknya. Jika sudah pada kondisi ini, tentunya kebahagiaan dan kedamaian hidup yang didambakan semua penduduk bumi ini akan terwujud.

Banyak orang yang mendamkan rezeki yang dimilikinya berkah. Namun, banyak pula yang mengabaikan cara-cara untuk meraih rezeki yang berkah. Semoga uraian ini dapat memberikan secercah pengetahuan kepada kita semua dan menjadi dorongan agar cara-cara di atas diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar rezeki yang kita cari dan peroleh berkah.

Jika keberkahan itu ada pada diri kita, maka tidak hanya kedamaian dan kebahagiaan yang menyelimuti hidup kita, melainkan kita juga bisa sebagai pelindung dari api neraka. Dengan sedekah, hidup akan berkah dan membuat harta bertambah.

Sumber: Islamkaffah.id (Lihat artikel asli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *