Innalillahi, Tangis Kasim Pecah, Anaknya yang Baru Melahirkan Tewas Tersengat Listrik

Mediadakwahislami.com—(Sindonews.com) Seorang ibu muda yang baru melahirkan, Rika (21) tewas mengenaskan. Warga Desa Tlogotirto, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tewas tersengat listrik, Kamis (4/3/2021).

Korban Rika, tersengat listrik dari kabel pengisi daya ponselnya. Tangannya yang masih basah oleh air, memegang alat pengisi daya listrik ponselnya, sambil menelepon. Kematian Rika, menyisakan kepedihan bagi Kasim. Dia menangis terisak di samping jenazah anaknya.

Ibu muda yang baru pulang dari Puskesmas Gabus tersebut, setelah melahirkan anak pertamanya ini, mengalami luka bakar dibagian jari kiri ketika hendak mencabut alat pengisi daya yang menancap di luka bakar.

Suami Rika, Joko Santoso mengaku tidak mengetahui jika istrinya telah meninggal, karena saat kejadian ia tengah pergi ke apotek untuk membeli obat dan vitamin untuk istrinya pasca melahirkan.

Sesamapai di rumah, suami korban melihat istrinya sudah tergeletak di tempat tidur dengana kondisi sudah meninggal. Sebelum meninggal, korban telah menjalani perawatan persalinan di Puskesmas Gabus selama dua hari. “Kamis (4/3/2021) istri saya dan bayinya diperbolehkan pulang oleh dokter,” ujarnya.

Beberapa jam kemudian, Tim Inafis Polres Grobogan, tiba di lokasi kejadian. Polisi kemudian memasang garis polisi di sekitar rumah korban. Kanit Reskrim Polsek Gabus, Aiptu Joko Susilo menyebutkan, dari hasil visum korban mengalami luka bakar di jari kiri akibat sengatan listrik.
“Visum dan olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan. Korban dipastikan meninggal akibat sengatan listrik. Dari keterangan saksi, korban tersengat aliran listrik akibat kondisi tubuh yang masih basah seusai mandi,” tuturnya.

Polisi memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh ibu muda ini. Korban murni meninggal akibat tersengat aliran listrik. Jenazah ibu satu anak ini kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk disucikan dan dimakamkan.

Polisi mengimbau, masyarakat untuk berhati-hati dan tidak menelpon sambil mengisi daya ponselnya, karena bisa berakibat fatal dan berujung kematian. Akibat kejadian ini, korban meninggalkan seorang suami dan bayi berusia dua hari.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *