Kocak! Ustadz Das’ad Latif Ceritakan Pengalaman Ditinggal Sopir Ditengah Hutan Sendirian Pakai Baju Putih

Mediadakwahislami.com—(JPNN.com) Ustadz Das’ad Latif sudah kenyang pengalaman, baik suka dan duka dalam menyiarkan tausiah. Nah, saat menjadi tamu dalam Akbar Faisal Unsensored, Senin (22/2), Ustaz Das’ad berbagi sejumlah pengalamannya, seperti diracik kembali oleh awak Fajar.

Ustaz Das’ad mengungkapkan dirinya pernah ketinggalan mobil saat diundang berceramah di Kota Palopo. Saat itu Ustaz Das’ad berangkat sekitar pukul sepuluh malam dan tertidur di dalam mobil. Sampai di Siwa, Kabupaten Wajo tepatnya di kawasan hutan, Ustaz Das’ad terbangun karena mobil terhenti.

“Itu sudah jam satu malam, saya cari sopirnya, ternyata turun kencing. Sopir turun dari pintu sebelah kanan. Saya juga turun dari sebelah kiri. Itu sopir tidak tahu kalau saya turun kencing. Masih sementara kencing, tiba-tiba mobilnya sudah melaju. Saya ketinggalan mobil,” katanya.

“Saya teriak, gerimis, tengah hutan, sopirnya tidak dengar. Saya pakai sarung dan pakai baju putih. Saya mau telepon, teleponnya ada di dalam mobil. Saya coba singgahkan mobil, tidak ada yang mau ambil saya. Saya belum hits waktu itu kan. Yang mereka pikir mungkin, saya putih-putih di pinggir jalan barangkali dipikir saya pocong,” kelakar Ustaz Das’ad.

Sebelum sampai di Palopo, kata Ustaz Das’ad, sopir berinisiatif membangunkannya untuk salat Subuh. Baru sang sopir sadar jika Ustaz Das’ad tertinggal saat menepi buang air kecil.

“Dia mutar lagi dan baru jam 6.15 pagi baru dia datang, dari jam satu tengah malam. Ketinggalan tas, basah, kan gerimis. Begitu dia tiba, saya mau tempeleng dia lebih besar dari saya, kalah saya ini, dongkol saya,” kata dia disambut tawa Akbar Faisal.

Cerita lain, Ustaz Das’ad mengaku pernah mendapatkan amplop yang tertukar dengan kertas susunan acara. Sesampai di rumah, amplop berisi susunan acara itu dia berikan ke istrinya.

“Istri saya bilang ‘kenapa sususan acara ini’, saya bilang ya sudahlah di situ rejekimu, susunan acara,” katanya.

Namun, Ustaz Das’ad juga pernah merasa ditipu. Khususnya jika diundang berdakwah oleh kantor pemerintahan. Dia tak menyebut secara pasti kantor pemerintah yang dimaksudnya.

“Ada juga yang menipu, apalagi kalau kantor pemerintah, lain dicatat, dia minta tanda tangan, lain dia laporkan ke pimpinan. Bayangkan begitu bejatnya (oknum) birokrasi di kantor-kantor itu,” katanya.

Nama ustaz kelahiran Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan itu kini memang makin melejit, khususnya di media sosial.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *