Unggah Foto Masa Kecil, UAS Tulis Syair Ingatkan Tentang Hali Ini

Mediadakwahislami.com—Ustadz Abdul Somada tau yang lebih sering disapa UAS baru-baru ini mengunggah sebuah foto di akun media sosial miliknya Instagram @ustadzabdulsomad_official. Foto tersebut menggambarkan urutan perjalanan usia UAS dari zaman masih duduk dibangku sekolah hingga menuju fase zaman sekarang.

Dalam unggahan tersebut UAS juga menuliskan sebuah syair kehidupan. Tentang perbedaan ruh dan jasad. Tentang kematian yang tak bisa dihindari. Kemudian tentang apa yang kita milikiki di dunia ini, tak akan bisa dibawa ke alam setelah kematian, kecuali  amal shalih yang dulu pernah dikerjakan di dunia.

Ruh yang suci. Bersemayam dalam jasad yang kotor. Darah, daging, lemak, membusuk.

Jasad jadi mulia karena ruh. Ketika keinginan jasad diikat. Ruh jadi kotor. Hasad. Dengki. Angkuh. Busuk hati.

Akhirnya ruh keluar. Dicabut. Seperti mata kail pancing. Ditarik dari daging yang basah.

Mata memandang ruh keluar. Mata tak tertutup. Tapi ditutupkan. Tidak mandi. Tapi dimandikan. Tidak pakai baju. Tapi dikafani. Tidak lagi shalat. Tapi dishalatkan. Tidak empat rakaat. Tapi empat kali takbir. Tidak berbaring. Tapi dibaringkan. Menghadap kiblat.

Hidung menempel ke tanah. Tatapan mata tak sampai sejengkal. Sunyi. Sepi. Sendiri. Keluarga, sahabat, kembali pulang.

Harta benda dibagi ahli waris. Habis. Tak bersisa. Hanya amal. Kalau pernah shalat malam. Kalau pernah bersedekah.

Jum’ah mubarokah. Jangan lupa baca surah al-Kahfi. Baca Yasin. Banyak-banyak sholawat. Boleh jadi ini Jumat terakhir.” Tulisnya pada unggahan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *