Tolak Jabatan Mensos dan PUPR, Eks Wali Kota Solo Jadi Tukang Las

Mediadakwahislami.com—(SuaraSurakarta.id) FX Hadi Rudyatmo, memulai aktivitas pertama usai purnatugas sebagai Wali Kota Solo di lingkungan kediamannya, Kamis (18/2/2021).

Uniknya, sosok yang akrab disapa Rudy itu memilih menekuni keterampilan yang sudah lama dia asah, bahkan sejak masih muda. Yakni sebagai tukang las.

Di bengkel kasnya yang berada di kawasan Pucang Sawit, tangan Rudy masih terlihat ringan mengaplikasikan ilmu yang pernah didalaminya sebelum menjabat wali kota Solo dua periode terseut.

“Sudah 20 tahun saya enggak pegang las, tapi masih bisa atau tidak bisa dilihat. Ini bukan pencitraannya ya,” ungkap Rudy dilansir Solopos.com–jaringan Suara.com.

“Sudah lama Ndak ngelas, tapi ilmu itu tidak akan hilang. Ya nanti kalau ada proyek ngelas ya ngelas, atau kalau ada kayu yanh bisa dimanfaatkan ya kita kerjakan. Yang penting mendapatkan uang halal,” tuturnya.

Sedari awal, politis PDI Perjuangan itu memang memilih terus mengabdi kepada masyarakat. Bahkan sejumlah posisi penting dan mentereng di jajaran pemerintah pusat sempat dia tolak.

Seperti diketahui, Rudy mengaku pernah ditawari jabatan Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Namun, ia menolak tawaran duduk di kursi Kabinet Indonesia Maju.

Tak hanya itu, sosok berusia 61 tahun itu juga dikabarkan sempat mendapat tawaran mengisi posisi Menteri Sosial (Mensos) sebelum akhirnya dijabat Tri Rismaharini.

Rudy mengaku tidak gila jabatan. Dia menolak tawaran itu lantaran untuk menjaga perasaan dan persahabatan dengan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo.

“Saya tidak gila jabatan. Saya menjaga perasaan Pak Purnomo yang telah bersahabat selama delapan tahun dalam suka dan duka,” tutur sosok yang sempat menemani Joko Widodo kala menjadi Wali Kota Solo periode 2005-2012 tersebut.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *