Sebulan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Bebas, Kini Dikunjungi Direktur Deradikalisasi BNPT, Apa yang Dibahas?

Mediadakwahislami.com—(Tribunnews.com) Sebulan lebih Abu Bakar Ba’asyir bebas dari jeruji penjara akibat kasus terorisme. Kini, Ba’asyir tinggal di kediamannya di kompelks Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Dukuh Ngruki RT 04 RW 17, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Tamu silih berganti datang ke kediamannya. Akhir Januari lalu, ada kunjungan Danrem 074/Warastratama Surakarta Kolonel Inf Rano Tilaar didampingi Dandim 0726/Skh Letkol Inf Agus Adhy Darmawan dan Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas.

Kini gantian tim Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kamis (18/2/2021).

Tim Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saat melakukan kunjungan ke Ponpes Islam Al-Mukmin Ngruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (18/2/2021). (TribunSolo.com/Agil Tri)

Kunjungan yang dipimpin Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris bertemy langsung Abu Bakar Ba’asyir. Menurut Irfan Idris, kunjungan BNPT itu hanya dalam rangka silaturahmi.

“Kita hanya silaturrahmi, dan tadi kita diterima dengan baik,” ucapnya.

Dalam pertemuannya dengan Abu Bakar, dia mengatakan, pemilik Ponpes Islam Al-Mukmin itu juga ingin mengunjungi kantor BNPT.

“Beliau (Abu Bakar) mengatakan kalau ada waktu akan ke kantor BNPT, pak kepala mempersilahkan,” imbuhnya.

Adapun pertemuan itu berlangsung tertutup. Hanya ada perwakilan dua media yang mendapat izin dari pihak ponpes itu meliput pertemuan itu.

Pengacara Abu Bakar, Achmad Mihdan mengatakan, selain silaturahmi, BNPT juga menanyakan kondisi Abu bakar dan membahas terkait penanggulanan terorisme. Pertemuan tersebut sangat cair, bahkan Abu Bakar juga memberikan sejumlah nasihat kepada BNPT.

“Kami mengingatkan terorisme itu muncul karena adanya ketidakadilan dan adanya kejahatan manusia yang diderita umat Islam, itu akar permasalahannya,” kata dia.

“Kami juga sampaikan, bahwa Bangsa Indonesia harus berperan penting dalam penanganan terorisme di dunia,” imbuhnya.

Dia mengarakan, Abu Bakar meminta negara harus bisa menghargai dan menghormati hukum islam. Karena hukum Islam menjamin kehidupan didunia dan akhirat, dan pengaturan hukum bersumber ajaran syariah.

“Soal bermitra dengan BNPT tidak. Kalau ada sisi yang kurang tepat, kami beri masukan. Menurut kami, terorisme itu tidak boleh dalam Islam,” tandasnya.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *