Ustadz Abdul Somad Harapkan Darul Hadist Cetak Ulama yang Pintar Hadist, Ini Katanya

Mediadakwahislami.com—(TribunPekanbaru.com) Pekanbaru akan memiliki sebuah tempat pengajian hadist, dengan nama Pesantren Darul Hadist. Bertempat di Jalan Garuda Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya baru saja dilakukan peletakan batu pertama oleh Ustad Abdul Somad, Jumat (12/2/2021).

Kegiatan yang dilaksanan oleh Dompet Dhuafa tersebut, juga dihadiri oleh pihak yang mewakafkan tanah, yakni, H Darmawan dan Ibu Hj Junidar Jumin, kemudian Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Riau, Ali Bastoni, serta Ustad Alnof Dinar, LC.

Dalam kesempatan itu, Ustad Abdul Somad mengatakan, masyarakat dari berbagai kalangan bisa memanfaatkan pesantren tersebut nantinya untuk belajar hadist, terutama para generasi penerus. Peletakan batu pertama Pesantren Darul Hadist Jalan Garuda Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya, oleh Ustad Abdul Somad, Jumat (12/2/2021). (TRIBUNPEKANBARU/ALEXANDER)

“Darul Hadist ini bukan hanya tempat belajar hadist saja, tapi juga untuk ilmu lainnya, seperti rawi, sanat dan matan, kemudian juga ada kandungan fiqih, dan akhlaq. Tapi penekanannya memang hadist,” kata Ustad Abdul Somad dalam kesempatan itu.

Selain para mahasiswa, dikatakan Ustad Abdul Somad, ibu-ibu juga bisa memanfaatkan tempat tersebut untuk belajar lebih banyak. Sehingga para ibu-ibu tidak hanya mengikuti kegiatan baca Yasinan saja, namun bisa lebih banyak ilmunya.

“Di sini nanti pengajiannya bersilabus, dan lebih berstruktur. Sehingga, para ibu-ibu pulang ke rumah dari sini, juga akan berefek kepada suami dan anaknya di rumah,” imbuhnya.

Ia juga berharap, dengan berdirinya Pesantren Darul Hadist tersebut, bisa menghasilkan ulama-ulama yang pintar dan memahami hadits.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Riau, Ali Bastoni menceritakan sejarah berdirinya Dompet Dhuafa, yang berasal dari rubrik salah satu media nasional, Republika. Ia berharap, kehadiran pesantren tersebut nantinya akan mencetak mahasiswa pakar hadist. Ia juga menyampaikan, pihaknya komitmen untuk tetap bersama ulama.

“Kami fasilitasi dan menjembatani, kami bukan owner, tapi ini kolaborasi,” ujarnya.

“ Saat ini kita fokus untuk bangun fisik, kami undang mitra dan donatur serta stakeholder untuk melahirkan generasi bisang keulamaan,” ulasnya.

Sementara itu, Ustad Alnof Dinar, LC mengatakan, awalnya tempat tersebut akan dinamakan Surau UAS (Ustad Abdul Somad), namun UAS meminta agar nama tersebut diubah untuk kebersamaan.

“Awalnya diberi nama Surau UAS. Namun beliau dengan rendah hati minta agar nama tersebut diubah, agar mewakili semua, sehingga semua merasa ini menjadi milik bersama,” tuturnya.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *