Hari Kelahiran Syekh Ali Jaber, Ini Perjalanan Hidupnya dari Madinah hingga ke Indonesia

Mediadakwahislami.com—(Pos-Kupang.com) Memperingati hari kelahiranSyekh Ali Jaber, 3 Februari. Simak perjalanan hidupnya, berdakwah dari Madinah hingga keIndonesia. Hari ini, tanggal 3 Februari, merupakan hari lahir dari mendiang ulama kondang Syekh Ali Jaber.

Pria dengan nama lengkap Ali Saleh Muhammad Ali Jaber ini lahir di Madinah, Arab Saudi pada 3 Februari 1976. Ali Jaber meninggal dunia pada Kamis, 14 Januari 2021 di RS Yarsi, Jakarta pukul 09.00 WIB. Ia sebelumnya diketahui sempat menjalani perawatan intensif setelah dinyatakan positif Covid-19.

Sebelum meninggal, Ali Jaber telah dinyatakan negatif Covid-19. Penyakit paru-paru disebut sebagai penyebab kematiannya. Hari ini menjadi peringatan hari kelahiran Syekh Ali Jaber yang ke-45. Untuk mengenang sosok ulama kondang ini, simak perjalanan hidupnya berdakwah dari Madinah ke Indonesia berikut ini.

Hafal Al Quran di usia 11 tahun

Syekh Ali Jaber lahir dan tumbuh besar di Madinah. Ia menamatkan studi ibtidaiyah (sekolah dasar) pada 1989 kemudian melanjutkan studi Tsanawiyah (tamat 1992) dan Aliyah (1995). Anak pertama dari 12 bersaudara itu telah menjadi penghafal Alquran sejak muda.

Pada usia sebelas tahun, ia telah hafal 30 juz Al-Quran. Dilansir dari artikel “Mengenal Syekh Ali Jaber Lebih Dekat” sebagaimana diunggah syekhalijaber.com, sejak usia 13 tahun dia sudah menjadi imam di sejumlah masjid Madinah.

Teruskan perjuangan ayah sebagai pendakwah

Ayah dari Syekh Ali Jaber dikenal sangat keras dalam mendidik agama anak-anaknya. Ia ingin agar perjuangannya menyiarkan Islam diteruskan oleh Ali Jaber sebagai anak pertama. Meski pada awalnya apa yang ia jalani adalah keinginan sang ayah, lama-kelamaan ia menyadari itu sebagai kebutuhannya sendiri.

Ali Jaber kemudian giat memperdalam ilmu agama dari berbagai guru. Di antara guru-guru agamanya adalah Ketua Majelis Tahfidz Masjid Nabawi Syekh Muhammad Ramadhan, Ketua Pengurus Makam Rasulullah Syekh Said Adam, dan Ulama Pakar Alquran di Madinah, Syekh Abdurrahman Kholil.

Berdakwah ke Indonesia

Pada 2008, Syekh Ali Jaber pindah ke Indonesia dan menjadi guru tahfidz Alquran di asjid Agung Al-Muttaqin, Cakranegara, Lombok. Ia juga menjadi imam salat dan khatib. Di Lombok pulalah, Ali Jaber bertemu dengan sang istri, Ummi Nadia yang merupakan wanita asli Lombok.

Selanjutnya, Ali Jaber menjabat sebagai imam salat di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta. Dakwahnya yang menyejukkan, penyampaiannya sangat rinci dilengkapi dengan ayat-ayat Alquran dan hadits membuat kehadiran Syekh Ali Jaber dapat diterima masyarakat.

Puncaknya, ia dianugerahi kewarganegaraan Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2012 karena ketulusannya dalam berdakwah.

Jadi pendakwah kondang

Sejak pertama kedatangannya di Indonesia pada 2008, dakwah Syekh Ali Jaber mendapat respons yang baik dari masyarakat. Nama Syekh Ali Jaber semakin dikenal secara luas setelah menjadi juri Hafizh Indonesia di RCTI dan rutin mengisi acara Damai Indonesiaku di TvOne.

Selain Damai Indonesiaku dan Hafizh Indonesia, ia juga mengisi berbagai program dakwah seperti Nikmatnya Sedekah Cahaya dari Madinah, Kurma (kuliah ramadhan), dan Kultum Bersama Syekh Ali Jaber.

Syejh Ali Jaber dikenal sebagai pendakwah yang banyak memberi nasihat yang menenangkan hati. Cara berdakwahnya yang damai membuat Ali Jaber diterima baik oleh masyarakat Indonesia. Berikut 10 kutipan dakwah Syekh Ali Jaber yang menyejukkan hati.

1. Bersyukur

Memiliki rasa syukur membuat orang merasa tenang. Seperti dakwah yang dibagikan oleh Syekh Ali Jaber. Jika merasa begitu nyaman, aman, dan tanpa rasa takut di kediamanmu, apalagi yang kamu harapkan selain itu, atau menginginkan lautan yang penuh dengan harta. Bersyukurlah dengan mengucap puji dan syukur kepada Allah SWT atas kebahagiaan yang kamu miliki. Serta akuilah nikmat tyersebut dengan tulus.

2. Harapan

Kehidupan tidak akan berhenti. Allah SWT akan mengiringinya dengan kelembutan dan rencana-rencanaNya dengan harapan yang baru dan tekad yang tak pernah luntur.

3. Hati tanpa Al Quran

Orang yang tak pernah membaca bahkan mengamalkan Al Quran maka hatinya akan mati. Kerasnya hati hanya bisa diobati dengan Al Quran. Kebahagiaan hati pula akan didapat dengan Al Quran. Maka dari itu, jadikanlah Al Quran sebagai sahabat yang selalu menemanimu. Sungguh Al Quran memberi petunjuk ke jalan yang lurus.

4. Kebahagiaan dari bersabar

Rasa bahagia menjadi dambaan bagi seluruh makhluk hidup di muka bumi. Dakwah Syekh Ali Jaber mengibaratkan kebahagiaan seperti kupu-kupu. Jika kau mengejarnya, ia akan menjauh darimu. Akan tetapi, jika kau duduk dengan tenang, maka ia akan turun ke tanganmu. Maka bersabarlah karena sabar itu indah.

5. Tutup rapat aib

Maksiat menjadi aib dan harus tutup rapat-rapat. Jangan beri tahu siapa pun tentang maksiat di masa lalumu, karena ada dua sebab. Pertama, manusia tidak akan pernah melupakan keburukanmu meskipun kamu telah bertobat. Kedua, maksiat bukanlah hal yang patut dibanggakan.

6. Wanita belum berhijab

Jangan pandang sebelah mata wanita yang belum berhijab. Hal ini seperti dakwah yang dibagikan Syekh Ali Jaber di beberapa kesempatan. “Saya sering bilang, jangan pandangi wanita yang belum berhijab, jangan pandang dia buruk.”

“Barangkali dia punya dua rakaat Tahajud di sisi Allah SWT. Sehingga bisa menyebabkan terampuni semua dosanya. Kita tidak tahu apa urusan manusia sama Allah. Masing-masing punya rahasia sama Allah SWT.”

7. Menyikapi musibah

Kerap kali orang terbawa hawa nafsu untuk menghakimi orang lain yang ia benci. Hal tersebut tentu tidak dibenarkan. Seperti dakwah Syekh Ali Jaber,”Bila yang ditimpa musibah adalah orang yang kita cintai, maka kita akan mengatakan bahwa itu penghapus dosa.”

“Akan tetapi, bila yang ditimpa musibah adalah orang yang kita benci, maka kita akan mengatakan bahwa itu hukuman dari Allah SWT. Berhati-hatilah dari menghukumi takdir Allah SWT sesuai hawa nafsu kita.”

8. Lisan bisa melukai hati

Tajamnya lisan seperti tajamnya sebuah pisau yang mampu melukai hati. Atau bisa dianalogikan seperti tausiyah Syekh Ali Jaber.

“Kaca yang pecah suaranya akan langsung hilang, namun meninggalkan serpihan kaca yang melukai siapa saja yang menyentuhnya.”

“Begitu juga perkataan yang mampu melukai hati cepat hilang suaranya, namun hatinya terluka untuk waktu yang lama.”

9. Amalan terbangun pada malam hari

Ada beberapa amalan yang bisa dilakukan jika terbangun pada malam hari. Seperti diriwayatkan Imam Al Bukhari di sahihnya. Rasulullah Sahallallahu Alaihi Wasallam bersabda.

“Barang siapa yang terbangun di malam hari dan mengucapkan, Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamd wahuwa ‘ala kulli syaiin qodir.

Subhanallah, Walhamdulillah, Wa Laa ilaaha illallah, Wallahu Akbar, Wa Laa hawla wa laa quwwata illa billah, Allahummaghfirli.

Barang siapa yang membaca ini, kata Rasulullah Sahallallahu Alaihi Wasallam, diampuni Allah segala dosanya. Setelah itu ketika selesai membaca Allahummaghfirli kemudian berdoa, maka dikabulkan doanya, sebagaimana dikutipd ari tayangan YouTube Syekh Ali Jaber.

10. Amal jariyah

Syekh Ali Jaber dalam dakwahnya pernah membahas tentang amal jariyah. Dalam dakwahnya, orang yang memiliki amal jariyah maka pahalanya akan terus mengalir meski orang tersebut telah wafat.

“Bahagialah dia yang bisa membuka buku amalnya, walaupun dia mati tapi terus disalurkan pahalanya. Sedekah jariyahnya tidak akan terputus.”

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *