MasyaAllah, Cerita UAS Dibentak Kiai Gegara Ketahuan Merokok, Langsung Nazar Berhenti

Mediadakwahislami.com—(Suara.com) Ustadz Abdul Somad atau UAS menceritakan kisahnya kala ketahuan merokok saat masih di pesantren dahulu. Cerita ini ia bagikan kala salah seorang jemaah menanyakan tentang hukum rokok dalam Islam menurut UAS.

Dikutip Hops.id –jaringan Suara.com dari YouTube Sunarto Ato Sastromiharjo, seorang jemaah mengajukan sebuah pertanyaan dalam sebuah kajian yang diisi UAS di Masjid Raya Bani Umar kawasan Bintaro, Parigi Baru, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

“Ini mengenai rokok, kira-kira bagaimana menurut Ustaz hukum merokok bagi umat Islam? Karena masih banyak nih ustaz-ustaz yang merokok,” tanya seorang jemaah.

UAS lantas menjelaskan fatwa-fatwa hukum merokok yang berbeda menurut berbagai sumber dan lembaga, baik dari luar negeri maupun dalam negeri,

“Saat saya kuliah di Mesir, mufti-nya mengeluarkan fatwa rokok haram, mufti di Arab Saudi, Syekh Abdul Aziz Ibnu Baz menulis bahwa rokok haram,” jelas UAS.

“Fatwa Muhammadiyah, rokok haram.

Fatwa MUI rokok hanya haram bagi ibu hamil, ibu menyusui, laki-laki yang sakit, dan anak-anak. Kalau yang sehat, makruh,” imbuh UAS. Ia sendiri tidak secara langsung menarik kesimpulan dari penjelasan yang ia uraikan dalam video yang diunggah pada 12 Oktober 2017 itu.

Namun, UAS tak memungkiri jika dirinya pernah merasakan rokok saat muda dulu.

“Saya sendiri apakah merokok? Tidak. Tapi saya pernah merokok? Dulu waktu masih muda, di pesantren diajak kawan. Masa kita anak muda enggak merokok? Enggak jantan,” kisah UAS disambut gelak tawa jemaah.

Di masa muda itu lah UAS bercerita bahwa dirinya hampir kena hukuman dari Kiai di pesantrennya karena ketahuan merokok

“Begitu sedang merokok, lewat kiai. Mana dia bisa lihat kita. Enggak lama setelah itu mundur mobilnya, kiai turun ‘ngerokok ya? Ngerokok?’. Kawan saya bilang ‘Enggak’. Dia bilang enggak itu asapnya keluar,” cerita Ustaz disambut tawa para peserta kajian.

Ia menuturkan saat itu hukuman yang harus dia terima jika ketahuan merokok adalah telapak tangannya dipukul pakai batang sapu rotan dan kepalanya digundul. Dari momen itu lah UAS lalu bernazar tidak ingin merokok lagi. Ia berdoa jika nanti namanya tak dipanggil untuk menerima hukuman, ia berjanji tidak akan merokok lagi.

Benar saja, doanya terkabul. Nama UAS tak masuk dalam daftar santri yang akan dihukum karena merokok.

“Sejak hari itu saya tidak merokok lagi sampai detik ini,” pungkasnya.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *