Hati-Hati! Inilah 5 Perkara Penghambat Kebahagiaan Hati, Silahkan Chek!

Mediadakwahislami.com– Muhammad bin Hasan bin Ali At-Tirmidzi pernah mengungkapkan: “Hati itu ibarat raja, sementara seluruh anggota tubuh ibarat para budak. Masing-masing anggota tubuh mungkin saja mengerjakan berbagai urusan, namun tetap dengan kehendak hati. Hati itu sendiri bergerak sesuai dengan kehendak Allah. Tidak ada seorangpun yang bisa menjenguk hati orang lain. Allah berhak menghilangkan atau menanamkan segala sesuatu yang Dia kehendaki dalam hati seorang hamba. Bila dalam hati ada cahaya atau sinar tauhid, atau nilai-nilai ketaatan kepada-Nya, semua itu juga berasal dari Allah. Hatilah yang memikirkan semua itu, dari hati juga munculnya persoalan” (Nawadirul Ushuul Fi Ahaadiitsi Rasuul III:50).

Hati tidak akan bersih kecuali dengan membebaskan diri dari lima perkara ini:

1. Syirik yang bertentangan dengan tauhid (menyekutukan/menduakan Allah Ta’ala).

2. Bid’ah (mengada-ngada bentuk ibadah baru) yang bertentangan dengan As-Sunnah.

3. Syahwat yang bertentangan dengan perintah (selalu menuruti hawa nafsu saja).

4. Kelalaian yang bertentangan dengan dzikir / ingat (lupa akan mengingat Allah).

5. Hawa nafsu yang bertentangan dengan ketulusan dan ikhlas (terlalu mengedepankan ego)
(Noktah-Noktah Dosa [terjemah], Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah, hal. 174).

Kebahagian hati akan mekar ketika engkau yakin dengan betul bahwa takdir baik maupun buruk itu semua bukti Allah sedang memperhatikanmu. Menerima dengan lapang dada, pipi bergerak tanda senyum melebar ikhlas, bahwa semua ini tak lain sudah ketentuan dari Yang Maha Kuasa. Untuk itu marilah melazimi doa berikut ini agar hati tetap istiqomah berjalan diatas landasan agama.

Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinika”. Artinya: “Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu.”

Dengang niat yang kuat agar doa terkabulkan, dengan harapan yang tulus agar pintu langit tertembus, dengan keyakinan yang mantap agar doa cepat dikabulkan tanpa ada yang menghambat. Lazimi doanya dan ajarkan kepada sesama. Wallahu A’lam Bishowab.

(Sumber: Muslimah.or.id/Lihat selengkapnya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *