Mengharukan, Seperti Ini Wujud Cinta Ustadz Abdul Somad pada sang Ibunda

Mediadakwahislami.com—(Harianjogja.com) Ibu dari Ustaz Abdul Somad (UAS) telah tutup usia. Apabila mencermati video-video ceramah yang tersebar di media sosial, maka kita akan melihat sesosok penceramah yang begitu menghormati sosok ibu. Bukan hanya satu dua kali, banyak momen tertangkap kamera ketika pria yang mengenyam pendidikan hingga Mesir dan Maroko ini ditanya hal “aneh-aneh soal ibu” oleh peserta pengajian lewat secarik kertas.

Salah satu yang menarik, ada sebuah pertanyaan yang berbunyi “apakah kita boleh berbicara keras pada ibu apabila sang ibu telah mengalami gangguan pendengaran?” Hal ini sontak membuat peserta pengajian tertawa selepas UAS membacanya.

Tetapi, siapa sangka ketika dijejali banyak pertanyaan semacam itu, UAS selalu membela sosok ibu. Bagaimana pun buruknya perlakuan sosok ibu, atau betapa dilematis keadaan yang diungkapkan sang anak atau menantu, UAS tetap membela sosok ibu.

Jawaban UAS pun hampir selalu serupa. Hal ini, menunjukkan betapa doktor kajian ilmu hadis dan fikih ini menghormati sosok ibunya. Berikut salah satu unggahan di sosial media resmi milik UAS yang menggambarkan jawaban tersebut:

IBUMU

Kalian kasih dia makan sampai mati.

Kalian buatkan istana.

Kalian belikan gelang emas 2 Kg.

Kalian gendong Haji ke Makkah.

Kalian minum air cuci kakinya.

Belumlah dapat membalas setetes darah dagingnya yang robek saat mengeluarkan kalian dari gelapnya rahim ke terangnya dunia.

Kini, sosok ibu kandung UAS, Rohana binti Nuruddin baru saja tutup usia, Senin (18/3/2019) ketika hendak mengerjakan salat subuh. Dalam akun Instagram resminya @ustadzabdulsomad_official, pria yang merupakan pengajar di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau ini menuturkan betapa sang bunda menghembuskan nafas terakhir dengan tenang, tanpa rasa sakit dan susah, seperti harapan semua orang yang hidup di dunia.

“Beliau terus wudhu’ persiapan sholat Shubuh. Lalu pingsan, dibawa ke Rumah Sakit, menghembuskan nafas terakhir,” tulisnya.

“Persis seperti ucapan Mak selama ini, ‘Aku kalau bisa, mati jangan pakai sakit lamo-lamo. Kalau bisa mandi dulu, jadi jasad awak bersih. Mandi, ambik aye sembayang, poneng, mati’,” tambah UAS menirukan ucapan sang bunda.

Beberapa sahabat yang juga tokoh bangsa turut mengucap bela sungkawa di media sosial masong-masing. Di antaranya seniornya di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang M Zainul Majdi, dan ustadz kondang dari tanah Sunda Aa Gym. Ribuan warga internet (warganet) pun ikut berkomentar sekaligus berdoa untuk bunda Rohana pada unggahan mereka. Tanda kecintaan masyarakat pada salah satu ulama inspirasinya, Abdul Somad Batubara.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *