Allahu Akbar! Siswa Nur Hikmah Bekasi Juara Dunia Lomba Matematika dan Sains

Mediadakwahislami—(Republika.co.id) Siswa SDIT Nur Hikmah Bekasi, Sahadin Nawaf Alfelarizi berhasil meraih juara di ajang bergengsi bernama IMSO.   International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) adalah kejuaraan  bidang Matematika dan Sains Tingkat Dunia untuk siswa sekolah dasar (SD) yang diadakan setiap tahun. Biasanya setiap negara akan mengirimkan 12 siswa terbaik mareka untuk mengikuti kegiatan ini. 

“Sahadin Nawaf Alfelarizi atau biasa dipanggil Nawaf berhasil menjadi juara ketiga di IMSO ke-17,” kata Humas Nur Hikmah, Ustadz Agusriwarman dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (31/1).

Ia menambahkan, IMSO ke-17 tahun ini diikuti oleh 15 negara. Yakni, Indonesia, Vietnam, Iran, Taiwan, Korea, Kazakhtan, Singapore, United Arab Emirat, South Africa, India, Philippines, Bulgaria, China, Hongkong dan Malaysia.

Salah satu perwakilan Indonesia berasal dari SDIT Nur Hikmah, Bekasi. Dia  adalah  Sahadin Nawaf Alfelarizi, pelajar kelas 5 SDIT Nur Hikmah dari pasangan Moch Robil dan Erlita Herdiantin.

“Nawaf memang sudah menunjukkan bakatnya sejak kelas 1 di bangku SDIT Nur Hikmah. Nawaf selalu meraih kemenangan beruntun dalam lomba matematika ( KMNR) se-Indonesia di KMNR 12 – KMNR 15. Dan juga terus memperoleh medali berturut turut dalam ajang International Southeast Asia Mathematical olimpiad (SEAMO),” kata   Ustadz Agusriwarman.

Sahadin Nawaf Alfelarizi berhasil meraih medali perunggu di ajang Olimpiade Internasional Matematika dan Sains (IMSO) ke-17 tahun 2021. (Foto: Dok SDIT Nur Hikmah)
Ia menambahkan, di IMSO ke-17 bidang Matematika ini delegasi Indonesia diwakili oleh Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dan sekaligus menjadi tuan rumah ajang ini. KPM menyeleksi pelajar terbaik bidang Matematika sehingga terpilihlah 30 siswa terbaik dari Nusantara yang siap diikusertakan dalam lomba. Salah satunya adalah siswa SDIT Nur Hikmah, Sahadin Nawaf Alfelarizi.

Presiden Direktur KPM sekaligus Local Committee, Ir  R Ridwan Hasan Saputra Msi mengatakan,  meskipun digelar virtual, para peserta  tetap mengerjakan soal di sebuah kertas. Selain itu, tetap ada pengawas dan kamera yang memantau mereka. “Di sinilah nilai kejujuran yang sangat utama. Oleh karena itu, dalam even  ini dan manapun kejujuran harus dijaga,” tuturnya. 

“Buat anak Indonesia tetaplah bersemangat. Banyak peluang yang akan membuat kita menjadi lebih pintar dan lebih bisa memahami ilmu Matematika dan IPA. Namun, yang lebih penting lagi selain semangat belajar, tolong kejujuran dan karakter baik dipelihara,” tutupnya seraya meminta para peserta agar menjadikan IMSO sebagai kompetisi yang positif dan menjunjung sportivitas. 

Erlita mengatakan, kesiapan Nawaf di ajang ini  begitu singkat, ditambah lagi pesaing terdiri dari 15 negara yang total utusan mencapai 156 pelajar kebanggaan masing-masing negara, “Alhamdulillah nawaf bisa menjadi peringkat ke-3 terbaik  dan mampu mendapat medali Bronze (perunggu),” ujar Erlita.  

Dalam kesempatan berbeda Kepala SD Nur Hikmah  Ustadzah Rahayu Kusumastuti dan Ketua Yayasan LPI Nur Hikmah Mahmud Anis Baswedan turut bangga dengan prestasi Nawaf — yang dikenal sangat mengidolakan Al Khawarizmy.

“Kami akan terus berkomitmen menghadirkan anak-anak bangsa melalui pendidikan berkualitas yang akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang harum di dunia dengan akhlak Quran dan prestasi prestasi,” kata Anis Baswedan.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *