Waktu Terbaik Untuk Mengerjakan Sholat Dhuha dan Waktu Dilarang Mengerjakan Sholat

Mediadakwahislami.com—Sholat Dhuha disebut salat Syuruq, yaitu salat yang dikerjakan setelah matahari terbit. Mengutip dari NU Online, Syekh Hasan bin ‘Ammar dalam kitab Maraqil Falah, menjelaskan bahwa dhuha merupakan waktu yang dimulai dari naiknya matahari hingga sebelum matahari tergelincir.

Umumnya, sholat dhuha dikerjakan seperempat dari waktu siang hari. Jika waktu siang hari adalah 12 jam, maka seperempatnya adalah 3 jam setelah matahari terbit. Atau, setara mancing bayangan dengan tombak. Jika matahari terbit pukul 05.00, maka sholat Dhuha dikerjakan pukul 08.00.

Kemudian kapan waktu sholat dhuha yang dilarang? Dalam islam, sholat Dhuha hukumnya sunah. Artinya jika dikerjakan dapat menambah ganjaran pahala. Meski hukumnya sunnah, terdapat waktu larangan dalam melaksanakan sholat dhuha.

Terkait hal itu, Syekh Muhammad bin Abdullah Al-Kharasyi Al-Maliki dalam Syarh Mukhtashar Khalil, mengungkapkan ada tiga waktu antara terbitnya matahari hingga tergelincirnya matahari yakni:

Dhohwah: saat matahari terbit hingga naik.
Duha: saat matahari naik hingga tepat di atas langit.
Dhaha: dimulai sejak habis waktu dhuha hingga tergelincir matahari.

Waktu yang Dilarang Mengerjakan Sholat Dhuha. Namun perlu diketahui, terdapat  waktu sholat dhuha yang dilarang dalam melaksanakannya, yakni:

Setelah sholat subuh hingga matahari naik satu anak pana.
Saat matahari tepat berada di atas kepala hingga waktu dzuhur.
Saat matahari berwarna kekuningan (setelah ashar) sampai terbenamnya matahari.

Demikian penjelasan waktu sholat dhuha sesuai syariat Islam. Perhatikan waktu sholat dhuha yang dianjurkan dan waktu yang dilarang mengerjakan sholat dhuha agar kita tidak keliru. Wallahu A’lam Bisshowwab.

Sumber: NU Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *