Humor Berhikmah Gus Dur Bikin Ngakak: “Ketika Azan Subuh Jam 9 Pagi”

Mediadakwahislami.com—Abdurrahman Wahid alias Gus Dur merupakan seorang tokoh nasional, guru bangsa, cendikiawan, dan juga tokoh muslim dari Nahdlatul Ulama. Beliau pernah mengemban amanah sebagai pejabat publik tertinggi di Indonesia, yakni sebagai presiden Republik Indonesia keempat.

Walaupun Gus Dur menjabat presiden terbilang cukup singkat, namun masyarakat masih mencintai dan mengenangnya, bahkan masyarakat semua golongan, baik dari agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Konghucu, dan sebagainya.

Disamping itu, Gus Dur juga sering melontarkan humor-humor lucu kepada para pendengarnya. Sehingga beliau dianggap sebagai figur yang tidak kaku, karena ia sering menyempatkan bercanda di sela-sela aktivitasnya. Bahkan bagi Gus Dur sendiri, bahwa humor itu sudah menjadi seperti nutrisi yang harus dikonsumsi demi kepentingan tubuh.

Terkadang, humor-humor yang beliau sampaikan adalah hanya untuk mencairkan suasana. Namun tidak hanya itu, jika diperhatikan bahwa humor Gus Dur juga bisa dianggap sebagai kritik sosial dan pelajaran penting yang penuh hikmah bagi kita semua.

Dalam hal ini, penulis akan memaparkan salah satu humor dari Gus Dur, yakni tentang “Azan Subuh Jam 9 Pagi”. Simaklah baik-baik humornya berikut ini.

Pada suatu hari, pak Tejo mengumandangkan azan Subuh tidak seperti biasanya. Ia melakukannya pada pagi jam 09.00 WIB.

Mendengar sebuah azan di jam tersebut, semua warga ramai-ramai mendatangi mesjid dan pak Tejo, sehingga di hari itu kejadian sangat heboh. Sehingga sebagian warga beranggapan bahwa pak Tejo sudah mulai sinting, gila, dan tidak sehat.

Akhirnya para warga berinisiatif untuk melaporkan pak Tejo ke pak RT yang kemudian diteruskan ke pak RW dan pak Lurah setempat.

“Hei pak Tejo, sampean sudah gila ya, kok azan jam segini?”, cetus salah seorang warga dengan nada emosi.

“Wahai saudara-saudara, pak RT, pak RW, dan pak Lurah, yang gila itu sebenarnya siapa? Lha, wong tadi saya azan Subuh sampean semua tidak ada yang ke sini. Hayo siapa yang gila?”, sindir pak Tejo kepada semua warga yang mendatanginya.

“Makanya, kalau saya azan Subuh, sampean ke sini semua, supaya saya tidak azan jam 09.00 pagi”, usul pak Tejo dengan santainya.

Akhirnya semua warga pun bubar dan berjanji akan memakmurkan mesjidnya.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *