Kocak! UAS Balas Pantun Seorang Menteri, Begini Reaksi Sang Menteri

Medidadakwahislami.com—(Serambinews.com) Ada video yang menarik perhatian netizen di Youtube. Video ini menunjukan aksi berbalas pantun dari sejumlah tokoh elite. Mulai dari menteri yang duduk di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi, hingga pejabat ibu kota dan tokoh agama.

Mula-mula pembacaan pantun dilakukan oleh mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti. Susi Pudjiastuti tampaknya membacakan pantun tentang ikan dan laut. Isi pantunnya ini tentu mengundang sorak dan tawa dari hadirin yang hadir. Hadirin yang menonton aksi pembacaan panggung Menteri Susi Pudjiastusi pun, terdiri dari sejumlah pejabat elitenya di pemerintahan.

Berikut ini pantun yang dibacakan Susi Pudjiastuti.

“Ada daratan ada lautan
Laut dalam tenang airnya
Hidup tak perlu ketakutan
Sumber daya tiada habisnya

Tempuh hidup dengan semangat
Semangat juang tiada akhir
Tanpa lautan kita sekarat
Bagaikan ikan kehilangan air

Bila engkau memancing belut
Mancinglah pula ikan nila
Bangsa yang mampu taklukan laut
Mereka berhak kuasai dunia

Beli beras di Kota Karawang
Ke Pangandaran kita beli ikan
Bangsa Indonesia setegar karang
Asal semua jaga persatuan

Langit mendung bewarna hitam
Pertanda sebentar lagi turun hujan
Hai asing, jangan macam-macam
Nenek moyang kami penakluk lautan

Ikan Pari makin langka
Tak bisa dipelihara dalam selokan
Mari jaga laut kita
Yang bandel saya tenggelamkan”

Pantun yang dibacakan Menteri Susi ini, sontak membuat seisi ruangan riuh.

Ternyata mantap dan dalamnya makna dibalik pantun Menteri Susi soal ikan dan lautan di Indonesia, mencuri perhatian Ustadz Abdul Somad (UAS). UAS yang turut hadir dalam acara tesebut pun secara tak terduga memulai pidatonya secara mengejutkan. Ia justru membacakan satu pantun yang juga menyentil soal ikan.

“Tuan menangkap Ikan
Jangan dimakan daun asparagus
Lihat Pak Zulkifli Hasan
Ingat Janji bulan Agustus”

Pantun yang singkat ini, sontak membuat Menteri Susi bereaksi. Ia tersenyum lebar dan tertawa terpingkal-pingkal mendengar pantun yang dibacakan Ustadz Abdul Somad ini.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *