Benarkah Orang yang Sudah Meninggal Bisa Melihat dan Mendengar Gerakan Kita? Mari Baca Penjelasan Berikut!

Mediadakwahislami.com—(Republika.co.id) Orang yang sudah meninggal dan berada dalam alam kubur atau alam barzakh, secara kasat mata, memang sudah tidak bergerak.  Pertanyaannya, benarkah mereka yang sudah meninggal masih bisa mendengar hiruk pikuk yang terjadi di dunia?

Imam Al-Bukhari di dalam kitab Shahihnya meriwayatkan dari Anas bin Malik RA bahwasanya Nabi SAW bersabda: 

Hadits tersebut menyebutkan bahwa, apabila seorang hamba telah dimakamkan di dalam kuburnya, lalu teman-temannya yang mengantar kemudian pergi meninggalkannya hingga dia benar-benar mendengar ketukan sandal mereka menjauh, kemudian dia akan didatangi dua orang malaikat. 

Lalu kedua malaikat itu bertanya kepada si mayit,  ‘Apa yang dahulu kamu ketahui tentang laki-laki ini (Muhammad)?’ 

Jika dia orang yang beriman maka dia menjawab: ‘Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan utusanNya’. Lalu malaikat itu mengatakan kepadanya, bahwa sebelumnya dia akan ditempatkan di nereka. Tetapi Allah telah menggantinya dengan tempat di surga.  

Nabi SAW bersabda: “Maka dia melihat kedua tempat  tersebut. Sedangkan orang kafir atau munafik, dia akan menjawab: ‘Aku tidak tahu. Aku dahulu mengatakan apa yang dikatakan oleh orang-orang’.  

Maka malaikat pun berkata kepada si mayit, ‘Kamu tidak tahu dan tidak membaca’. Kemudian dia dipukul dengan palu dari besi tepat di antara kedua telinganya. Maka ia pun menjerit dengan jeritan yang bisa didengar oleh makhluk yang ada di dekatnya, kecuali dua makhluk (bangsa jin dan manusia).”

Imam Ath-Thabrani dalam al-Ausath meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri ra bahwasanya Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya mayit mengetahui orang yang memandikannya, membawanya, mengkafaninya dan menurunkannya ke liang kuburnya.”

Said bin Jubair RA pernah berkata, “Sesungguhnya orang-orang yang sudah mati itu dapat mengetahui kabar orang-orang yang masih hidup. Setiap orang yang memiliki kerabat pasti mengetahui kabar kerabat-kerabatnya. Jika kabarnya baik, dia merasa senang dan gembira. Jika kabarnya buruk, dia akan cemberut dan sedih.”

Ibnu Munabbih juga pernah berkata: “Sesungguhnya Allah SWT telah membangun sebuah rumah di langit ketujuh yang disebut al-Baidlo’. Di rumah itulah ruh orang-orang mukmin berkumpul. Jika ada penduduk dunia yang meninggal dunia ruh-ruh itu pasti akan menyambutnya dan bertanya kepadanya tentang kabar dunia. Sebagaimana seorang perantau bertanya tentang keluarganya apabila ia kembali kepada mereka.” Ini diriwayatkan Abu Nu’aim dalam Hilyat al-Auliyaa. Wallahu A’lam Bisshowwab.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *