Meninggal Karena Bencana Alam Syahid? Lihat Penjelasan UAS

Mediadakwahislami.com—Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un, sudah banyak sekali nyawa yang berpulang kembali kapada Sang Pencipta di awal tahun 2021 ini, mulai dari akibat tepapar virus Covid-19, kecelakan transportasi , dan akibat bencana alam yang akhir-akhir ini silih berganti.

Adalah Ustadz Abdul Somad (UAS), dalam sebuah kesempatan pengajian beliau menjelaskan tentang pahala syahid bagi seorang muslim yang meninggal akibat kedaan tertentu. Diantaranya adalah meninggal dikarenakan bencana alam, tenggelam, sakit perut, melahirkan, dan bejuang di jalan Allah.

“Orang yang mati jihad fiesabilillah syahid. Orang yang mati (karena) sakit perut, syahid. Orang yang mati (karena) terbakar, syahid. Orang yang mati (karena) tenggelam, syahid. Orang yang mati (karena) melahirkan, syahid. Tapi tak semua… yang mati sakit perut karena makan jengkol petai (berlebihan) tak syahid..,” kata UAS ditambah candaannya yang khas.

Beliau memberikan penjelasan tentang makna dari mati syahid kepada jamaah, supaya para jamaah benar-benar dapat memahami betapa luarbiasanya pahala syahid ini.

“Mengapa orang yang meninggal ini disebut syahid? Syahid artinya menengok. Nanti kalau bapak ibu ditanya orang, dia mati syahid.. apa arti syahid itu? Entahlah dari dulu dah begitu kata orang. Syahid artinya mene…menengok,” terang UAS.

Kenapa orang mati syahid disebut menegok? Karena sebelum dia mati, dia sudah menengok tempatnya dalam surga. Sebelum dia mati, dikepakkan malaikat sayapnya, maka nampaklah tempat dia dalam surga. Itulah mengapa merka meninggal itu tersenyum,” pungkas UAS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *