Dokter Abdul Muthalib Beri Kesaksian Tentang Cairan yang Disuntikkan Kepada Presiden Jokowi

Mediadakwahislami.com—Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah disuntik vaksin pada hari Rabu, (13/01) lalu. Muncul beragam pertanyaan dari masyarakat, salah satunya adalah perihal keaslian vaksin COVID-19 buatan Sinovac yang disuntikkan kepada Presiden.

Pada kesempatan vaksinasi tersebut, Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Abdul Muthalib adalah dokter yang mendapat peran dalam menyuntikkan vaksin COVID-19 pertama untuk Presiden Jokowi. Dokter Abdul pun menanggapi pertanyaan yang beredar soal keaslian vaksin yang diterima Presiden.

“Saya menerima beberapa WA, katanya mungkin (vaksinya) palsu atau vitamin. Sekali lagi, saya bersaksi di sini bahwa vaksin itu asli. Sebelum dibuka boksnya itu kan sudah ditunjukkan boksnya, itu boks vaksin Sinovac dan flakonnya (wadahnya) juga flakon Sinovac, ungkap dokter Abdul seperti dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @narasinewsroom Kamis, (14/01).

Dokter Abdul juga memberikan penjelasan tentang alat suntik yang digunakan khusus untuk vaksin dan efek buruk yang terjadi pada otot jika vitamin C yang disuntikkan.

“Alat suntiknya, alat suntik untuk menyuntik itu biasa kita bilang spuit, bahasa Indonesianya itu adalah spuit setengah cc untuk vaksin, dan yang disuntik itu bukan vitamin C. Karena kalau vitamin C (yang) disuntikkan, intramuscular di otot itu pedih sekali, mungkin Bapak Presiden akan teriak. Tapi itu sama sekali tidak terasa sakitnya, Bapak Presiden bilang begitu,” terang dokter Abdul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *