UAS Jelaskan Tata Cara Shalat Menggunakan Kursi Bagi yang Sedang Sakit

Mediadakwahislami.com—Seorang jamaah bertanya kepada Ustadz Abdul Sumad (UAS) terkait masalah fikih dalam shalat. Berikut pertanyaannya. “Saat shalat tidak bisa duduk iftirasy (duduk diantara dua sujud) ataupun tahiyyat dikarenakan sakit, bagaimana tuntunan yang benar menurut sunnah Nabi?” tanya seorang jamaah.

UAS kemudian menjawab dengan membacakan kaidah fikih yang megatakan bahwa jika mendapati keadaan darurat, hal yang dilarang bisa menjadi dibolehkan.

“Dalam fiqih, ad-dharurat tubikhul makhdhurat, ad-dharurat (emergency/darurat) membolehkannya yang mahdhurat. Kalau kita dalam kedan normal, dalam keadaan sehat, tegak berdiri (saat shalat). Tapi kalau dalam keadaan sakit, kitab boleh shalat duduk. Bahkan Nabi manakala sudah tua, badannya sudah besar, sudah berat, shalat sunnahnya pun duduk. Kaki yang tak bisa ditekuk, maka dari awal takbiratul ihramnya tegak, bukan duduk dari awal,” jawab UAS.

Kemudian UAS meberikan penjelasan tentang tata caranya. “Dari awal berdiri, letak kursi berada dipangkal sajadah, bukan kaki orang yang sakit itu dipangkal sajadah, maka dia agak maju kedepan sedikit. Kemudian rukuk, kalau rukuk juga sakit maka langsung duduk dikursi. Sedikit membungkukkan tubuh. Kemudia sujud, pas sujud, posisi tubuh lebih rendah ketimbang rukuk tadi,” terang UAS.

UAS juga memberikan beberapa kisah dan nasihat untuk para jamaah mengenai pentingnya ibadah shalat ini. “Dulu masa saya belajar di Kaherah (Mesir), itu di shaff awal, shaff pertama, kiri kursi kanan kursi. Shaff kedua kiri kursi kanan kursi. 2017 saya ke Kaherah shaff satu shaff dua sudah taka da kursi. Rupanya kursi makin banyak dibelakang, orang makin banyak sakit kaki. Artinya apa, orang sakit tetap ke masjid, badanya sakit, jiwanya sehat, sebab ia menengok orang.

Jangan orangtua kita yang sudah sakit, ayah mak sakit, dirumah ajalah, tunggu malaikal maut datang… Bawa dia kemasjid, supaya semangat dia. Dulu kita tak bisa berjalan dia gendong kita, dia bawa, sekarang dia tak berjalan kita gendong dia, kita bawa ke masjid” tutur UAS.

Nah itulah cara shalat bagi yang tidak bisa menekuk kaki saat duduk. Lantas bagaimana kalau dari awal tidak bisa berdiri?
“Kalau dari awal tidak bisa berdiri tegak, duduk. Duduk dikursi tak bisa, duduk dilantai. Duduk dilantai tak bisa, ada namanya shalat diatas tempat tidur, shalatnya pakai isyarat mata saja, hadapkan ke arah kiblat. Mata pun tak juga bisa, baru kita shalatkan ramai-ramai, shalat jenazah…” pungkas UAS ditambah dengan guyonan yang sontak membuat jamaah tertawa. Wallahu A’lam Bishowab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *