Batasi Kelahiran Perempuan Uighur, China Terapkan Kebijakan Pemasangan Alat Kontrasepsi

Mediadakwahislami.com—(Hidayatullah.com) Kedutaan China di Washington minggu ini mengungkapkan bahwa strategi opresifnya terhadap minoritas Uighur di China barat termasuk dengan memasang alat kontrasepsi untuk wanita etnis Uighur. Strategi ini dimaksudkan untuk mencegah wanita Uyghur berubah menjadi “mesin pembuat bayi”, sebagaimana pemerintah China menyebutnya.

“Studi menunjukkan bahwa dalam proses pemberantasan ekstremisme, pikiran perempuan Uighur di Xinjiang dibebaskan dan kesetaraan gender serta kesehatan reproduksi dipromosikan, membuat mereka tidak lagi menjadi mesin pembuat bayi. Mereka lebih percaya diri dan mandiri, ”menurut sebuah unggahan melalui akun Twitter resmi kedutaan hari Kamis (07/01/2021) dikutip laman The Washington Times.

Pernyatan tersebut menyertakan tautan ke sebuah laporan di Global Times, media yang berafiliasi dengan Partai Komunis China yang mengatakan penurunan tingkat kelahiran dan tingkat pertumbuhan populasi alami di Xinjiang “mengakibatkan pemberantasan ekstremisme agama.”  Laporan tersebut didasarkan pada studi tentang perubahan populasi di Xinjiang, di mana para pejabat AS mengatakan lebih dari 1 juta etnis Muslim Uighur telah ditempatkan di kamp konsentrasi dan menghadapi penindasan sebagai bagian dari kampanye kontra-terorisme pemerintah China.

Seorang juru bicara kedutaan China tidak berkomentar tentang penggunaan istilah “mesin pembuat bayi” untuk menggambarkan wanita Muslim Uighur. Tetapi juru bicara itu membantah laporan para peneliti barat bahwa China terlibat dalam sterilisasi paksa dan praktik pengendalian populasi yang meragukan lainnya di Xinjiang.

Sarjana Jerman dan pakar China Adrian Zenz mengatakan pemerintah Cina terlibat dalam pengendalian populasi orang Uighur. “Rezim pengendalian populasi yang dilembagakan oleh otoritas [Partai Komunis China] di Xinjiang bertujuan untuk menekan pertumbuhan populasi minoritas sambil meningkatkan populasi Han melalui peningkatan kelahiran dan migrasi masuk, tindakan kejam yang memaksakan metode pengendalian kelahiran bedah untuk memungkinkan negara meningkat atau menurun pertumbuhan populasi minoritas sesuka hati, seperti membuka atau menutup keran, ” tulis Zenz dalam laporan yang dirilis pada bulan Juni.

Selengkapnya kunjungi situs : Hidayatullah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *