UAS Jelaskan Waktu Makbul Berdoa di Hari Jumat, Yuk Baca Penjelasannya!

Mediadakwahislami.com–Seorang jamaah bertanya tentang amalan hari jumat kepada Ustadz Abdul Somad (UAS), ia bertanya perihal waktu yang makbul untuk berdoa di hari jumat. Berikut pertanyaannya.

“Pada waktu apa dan bagaimana doa mustajab hari jum’at? Tanya jamaah itu.

UAS menjawab dengan memberikan permisalan kemudian penjelasanya.

“Seperti cermin, ada satu titik hitam, dan tidak diketahui titiknya di atas, di bawah, di samping, atau di kanan. Seperti cermin ada satu titik hitam, kalau doa kita tembus pada titik itu, maka makbul. Dari mulai kapan? Dari mulai adzan maghrib, nanti sore (kamis) itu sudah masuk jum’at, sampai waktu adzan maghrib besok, habis.” Jawab UAS.

“Lalu kapan? Ulama berijtihad, empat puluh titik. Makanya kalau ada ketika khotib naik mimbar pas khotib sedang duduk dia mengangkat tangan untuk berdoa, kata Ibnu Hajar Al- Atsqolamni, salah satu titik itu atara khotib duduk dan berdiri, ini bukan hadits, Ulama berijtihad, ada empat puluh titik,” lanjut UAS.

UAS juga menjelaskan kenapa Allah Subhanahu wata’ala tidak memberitahukan waktu makbul tersebut secara langsung, yakni Allah ingin agar para hambaNya banya-banyak berdoa, meminta kepadaNya.

“Kenapa Allah tidak kasih satu titik? Kenapa tidak kasih tau waktunya? Sama artinya dengan malam lailatul qadar. Tidak dikasih tau waktu malam lailatul qadar, supaya orang mengisi dari malam dari satu malam sampai malam terakhir. Begitu juga hari jumat, supaya orang banyak berdoa, dari mulai malam jum’at nanti, habis magrib (kamis), sampailah besok petang ba’da ashar (jum’at) menjelang maghrib, banyak-banyak berdoa,” jelas UAS.

Tak lupa UAS juga memberi penjelasan, doa apa yang diminta pada hari jumat, dan bagaimana bila tidak bisa menggunakan bahasa Arab. Beliau mengatakan untuk doa terserah apa yang kamu inginkan silahkan dipanjatkan, dan untuk bahasa diperbolehkan mengunakan bahasa daerah masing-masing.

Yang didoakan itu apa? Terserah. Saya ndak bisa doa pakai bahasa arab pak ustadz…pakai bahasa kita…” pungkas UAS. Wallahu A’lam Bishowab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *