Tak Disangka! Syekh Ali Jaber Ungkap Bahwa Dirinya Keturunan Pahlawan Mataram, Baca Kisahnya!

Mediadakwahislami.com—Seorang pencaramah dan Ulama kondang Syekh Ali jaber beberapa waktu lalu telah membeberkan asal usul keluarganya yang ternyata merupakan keturunan seorang pahlawan Mataram.

Melansir Suara.com, kisah tersebut diunggkapnya saat sedang mendisi ceramah yang videonya kemudian viral di sosial media. Dalam sebuah video yang diunggah oleh kanal Youtube Sasak Update TV, Syekh Ali Jaber menceritakan soal asal-usul dirinya.

Berdasarkan video tersebut, Syekh Ali Jaber yang tampak sedang menyampaikan ceramah. Kemudian diambungnya dengan mengisahkan bahwa dirinya berasal dari Mataram.

“Saya juga dari Mataram. Banyak orang tidak percaya saya berasal dari Indonesia. Kok bisa ya tapi mancung ya?” tutur Syekh Ali Jaber.

Kemudian lebih lanjut, beliau menceritakan dengan detail tentang silsilah leluhurnya yang ternyata pernah tinggal di daerah Lombok.

“Ada ceritanya asal-usul dari Indonesia. Kakek saya dan ayah kakek ibu saya kelahiran Lombok. Tapi ibu saya tidak pernah cerita. Pas saya di Indonesia saya baru tahu,” terangnya.

Syekh Ali Jaber juga menceritakan bahwa dagulu leluhurnya juga turut memberikan perlawanan terhadap penjajah Belanda.

“Kakek ibu saya, istri pertama saya dari Bumiayu. Istri kedua dari Madura. Istri ketiga dari Lombok. Belum yang keempat sudah wafat. Beliau termasuk yang mampu menyatukan masyarakat Sasak di Lombok untuk melawan penjajah Belanda. Makanya beliau dibunuh sama penjajah Belanda,” kata Syekh Ali Jaber.

Selanjutnya, Syekh Ali Jaber nyampaikan bahwa dirinya mengklaim sebagai cucu seorang pahlawan tapi belum terdaftar.

“Dan beliau punya makam besar di Ampenan. Makanya begitu saya bertemu Presiden Jokowi, saya sampaikan saya sebenarnya cucu pahlawan tapi belum terdaftar,” jelasnya.

Dalam video tersebut selain bercerita tentang kesah leluhurnya, Syekh Ali Jaber berpesan ingin dimakamkan di Lombok saat dirinya wafat.

“Ya Allah walaupun saya memilih, memohon meninggal di Madinah. Kalau saya ditetapkan meninggal di Indonesia, mohon saya mau dimakamkan di Lombok,” ujarnya.

Diketahui, saat ini Syekh Ali Jaber tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat terpapar covid-19. Beliau senantiasa mengharapkan dukungan dan doa dari kerabat, sahabt, dan para jamaah, untuk kesembuhan dirinya dan ornag-ornag yang juga terpapar virus ini.

Sumber: Suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *