UAS Ungkap Kisah Pilu Saat Hantarkan Santunan Sembako, Baca Kisahnya!

Mediadakwahislami.com—Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam programnya “BERBAGI SEMBAKO”, kembali menyalurkan santunan sembako kebeberapa keluarga yang berhak menerimanya, setelah pendataan yang dilakukan oleh segenap kru @yayasanwakafhajjahrohana.

Mengutip postingan yang diunggah akun Instagram @ustadzabdulsomad_official, terdapat kisah yang sangat memilukan dari salah seorang nenek berumur 70-han taun, saat penyaluran sembako kepadanya.

Sumber gambar: instagram @ustadzabdulsomad_official

“Dinding rumahnya dari kayu yang sudah usang dan lapuk. Beratap daun rumbia. Lantainya sebagian semen pecah bercampur tanah. Usianya di atas tujuh puluhan tahun.

“Mak dengan siapa tinggal di sini?”, tanyaku. Dia jawab, “Sendirian“. Ku lanjutkan bertanya, “Berapa orang anak Mak”. Dia jawab, “Sebelas“. Ku tanya lagi, “Ada mereka mengirim belanja?”. “Tidak“, jawabnya. “Ada mereka menjenguk?”. Mak menjawab, “Sebulan sekali pun payah“. Ku tanya, “Mereka mereka tak datang”?. “Sibuk“, jawabnya singkat.

Aku pun menyerahkan sembako: beras 10kg, gula, minyak, susu, sarden dan roti.
Sebagian sahabat yang memikul sembako tertawa melihat kacamata hitam Mak. Mak berucap, “Mataku buta sebelah, Tinggal sebelah lagi, Habis operasi. Tak kuat kena cahaya matahari“. Mak ingin menjawab, bahwa kacamata hitam ini bukan kacamata gaya.

Sebelum pergi, saya katakan, “Doakan kami Mak”. Dia jawab, “Doakan saya sehat ustadz, tapi jangan doakan panjang umur“. Maknanya dalam.

Dia minta doakan sehat, karena dia sendiri, tak ada orang lain menjaganya. Dia minta doakan jangan panjang umur, karena hidup itu terlalu menyakitkan. 11 sebelas anak. Hampir 10 tahun waktunya habis untuk mengandung. 20 tahun waktu habis untuk menyusui. 330 hari puasanya tinggal mesti diganti.” Tulis akun tersebut.

Islam tidak membenarkan perlakuan buruk terhadap kedua orangtua. Semoga dengan kisah ini, para pembaca sekalian mendapatkan inspirasi agar tetap berbakti, berbuat baik kepada kedua orangtua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *