UAS Jelaskan Inilah Batasan-Batasan Aurat Bagi Wanita Muslimah, Yuk Baca Penjelasannya!

Mediadakwahislami.com—Pada sesi tanyajawab pengajian yang diisi oleh Ustadz Abdul Somad (UAS) seorang jamaah wanita bertanya kepada UAS hukum fikih tentang batasan aurat seorang wanita. Berikut pertanyaanya, “Boleh Ustadz jelaskan tentag apa saja batasan aurat bagi wanita?” tanya jamaah itu.

“Innal mar’ata perempuan, la yasluh laha an yuro minha takboleh Nampak dari badannya, illa hadza kecuali ini (wajah) wahadza dan ini (pergelangan tangan). Dhohiruha wa bathinuha punggung tangan dan telapak tangan,” jawab UAS

Kemudian UAS memberikan penjelasan dengan diselipi guyonannya yang khas. “Kalau ada perempuan pakai baju bersayap sampai pungung tangan, tak perlu. Tapi kalau ada yang pakai, jangan diejek. Kaupun bersayap-sayap, macam mau terbang aja.. nah,jangan ejek-ejek orang. Karena kalau kita ejek orang, dia teraniaya, berdoa aja… Saya yakin ini Covid ini mungkin ada karena dulu banyak yang mengejek orang bercadar ini. Nah sekarang bercadar semua.. dulu asal nampak orang bercadar, hai ninja.. nah sekarang bercadar semua.” terang UAS yang membuat jamaah tertawa.

“Oleh sebab itu maka tutup aurat, Alhamdulillah, seandainya dipejamkan mata orang dari luar sana (luar masjid), lalu dibawa kedalam lalu baru suruh buka mata, terus ditanya, kau sekarang sedang berada dimana? Pasti dia akan menjawab, aku sedang berada di pondok pesantren. Karena semua pegawai BKD menutup aurat, rambut ditutup, semua tertutup, Nampak matanya aja, perempuan berkalung surban…,” lanjut UAS.

“Kemudian setelah rambut tertutup,lalu kemudian jangan sempit. Ada pula orang bertutup tapi sempit, menjerit kaki itu. Lalu jangan memakai parfum yang terlamapu harum. Dipakai di pasar kecium sampai masjid ini. Samapi-sampai imam ketika membaca ayat di depan, dipakainya parfum itu dibarisan paling ujung sampai tercium di depan. Ilanglah hafalan bacaan shalat imam.”

“Parfum yang menghilangkan bau saja. Karena Nabi tak suka orang bau. “Barang siapa yang memeakan bawang putih, bawang merah, jangan dekat-dekat kami (sampai ia membersihkan mulut). Kemudian jangan bersolek solek jahiliyah, sebetulnya muka biasa aja tapi lipstick tiga inci. Alis diukir-ukir. Kemudian jangan memukulkan kakinya ke lantai. Orang jahiliyah zaman dahulu, kaki dipasang gelang, berjalan dipukulkan kuat-kuat. Krincing-krincing, semua mata menengok. Itu tak boleh. Tak boleh memakai kutek kecuali saat haid, karena menghalangi air wudhu masuk,” pungkas UAS. Wallahu A’lam Bishowab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *