PP Kebiri Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak Resmi Ditandatangani Presiden Jokowi

Mediadakwahislami.com—Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menandatangani (meneken) Peraturan Pemerintah (PP) Kebiri untuk pelaku Kekerasan seksual terhadap anak. PP Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak ditandatangani Jokowi pada 7 Desember 2020.

Mengutip unggahan akun Instagram @detikcom, berikut siapa saja yang dapat dikenakan sanksi kebiri dan pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik:

(1) Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak. (2) Pelaku Tindak Pidana Persetubuhan kepada Anak dengan Kekerasan atau Ancaman Kekerasan Seksual Memaksa Anak Melakukan Persetubuhan Dengannya atau dengan Orang Lain (Pelaku persetubuhan). (3) Pelaku Tindak Pidana Perbuatan Cabul kepada Anak dengan Kekerasan atau Ancaman Kekerasan Seksual, Memaksa, Melakukan Tipu Muslihat, Melakukan Serangkaian Kebohongan, atau Membujuk Anak untuk Melakukan atau Membiarkan Dilakukan Perbuatan Cabul (Pencabulan).

Lantas apakah sang anak juga dikenakan Tindakan Kebiri Kimia ini? Menurut pasal 4, sang anak tidak dikenakan tindakan tersebut. “Pelaku Anak tidak dapat dikenakan Tindakan Kebiri Kimia dan tindakan pemasangan alat pendeteksi elektronik,” bunyi Pasal 4.

Diketahui, sanksi tindakan kebiri dilakukan paling lama 2 tahun. Setelah melakukan tahapan penilaian klinis, kesimpulan, dan pelaksanaan, Tindakan Kebiri Kimia baru kemudian dilakukan. (Sumber: Detik.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *