UAS Menjawab, Waktu Muda Kurang Beramal Bagaimana Cara Mengejar Kekurangan Itu Diwaktu Tua?

Mediadakwahislami.com–Seorang jamaah yang sudah tua bertanya kepada Ustadz Abdul Somad (UAS) tentang amalan yang dapat mengantarkan masuk surga. “Kami sudah tua, ibadah waktu muda kurang, bagamana cara mengejar kekurangan itu supaya bisa mesuk surga?” tanya jamaah itu.

UAS menjawab, amalan yang paling bagus untuk orang yang lemah karena sudah tua adalah zikir. “Ibuk sudah tua, mau shalat tahajjud kaki sudah bergoyang-goyang, maka baca Qur’an yang banyak. Mau baca Qur’an tak bisa, asal di tengok Qur’an, bersatu titik ba, titik ta, titik nun, pejamkan mata. Kalau begitu apa? Tinggal satu ibadah lagi, yaitu zikir…” jawab UAS.

UAS juga menyarankan untuk membaca zikir-zikir ini sebanyak minimal empat puluh kali dalam sehari. “Kalau bisa tahajjud, tahajjud banyak-banyak, tak bisa tahajjud, baca Qur’an, Tak bis abaca Qur’an, zikir, tak bisa zikir… mati! Berzikir… Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaha illallah wallahu akbar, walaa haulaa walaa quwwata illa billahil alihil adhim. Ini empat puluh kali. Pagi-pagi baca shalawat, di lanjut istighfar, jangan berhenti kalau belum sampai empat puluh kali,” saran UAS.

Kemudian tak lupa UAS menjelaskan keutamaan daripada amalan zikir ini. “Yang paling afdhal didalam hidup kita ini adalah zikir, “zikir yang paling afdhal adalah laa ilaaha illallah”. Kalau baca Qur’an… perempuan yang sedang berhalangan tak bisa membacanya, tapi zikir ada halangan? Tak ada…. Zikir banyak-banyak. Ini kadang dari Makah bawa tasbis serratus, semuanya dikasih ke orang, di gantungkan ke mobil, makanya banyak mobil masuk surga”, jelas UAS sambil menambahi guyonan yang membuat jamaah terpingkal.

Mengahiri jawaban itu UAS memberikan kesimpulan, bahwasanya yang lalu biarlah berlalu, jadikan pelajaran untuk menjalani hidup yang sekarang, lakukan segala amal kebaikan yang bisa dikerjakan disaat sisa umur ini. “Kesimpulanya, yang masa muda tak bisa beramal, maka ganti amalnya sekarang di masa tua..”, pungkas UAS. Wallahu A’lam Bishowab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *