Berdosakah Muslimah yang Salah Menentukan Waktu Suci Dari Haid, Bagaimana Hukumnya? Baca Penjelasan Berikut!

Mediadakwahislami.com—(Muslimah.or.id) Apabila seorang muslimah salah dalam menentukan batas waktu suci menstruasi (haid) karena berlandaskan sangkaan dan ijtihadnya, maka ia tidak berdosa. Berdasarkan firman Allah Ta’ala yang artinya: “Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kami khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya adalah) apa yang disengaja oleh hatimu.” (QS. Al-Ahzab: 5).

Juga berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam,Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memaafkan kesalahan (yang tanpa sengaja) dan (kesalahan karena) lupa dari umatku serta kesalahan yang terpaksa dilakukan.” (HR. Ibnu Majah No. 2053, dinilai shahih oleh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah).

Pun bagi muslimah yang berprasangka bahwa dirinya telah suci dari haid lalu dia puasa dan shalat. Namun saat dia sadar mendapati dirinya masih haid, maka wajib baginya mengganti puasa wajib yang ia kerjakan pada hari itu karena telah jelas baginya bahwa puasa yang ia kerjakan tidak sah.

Lain halnya, jika kemudian dia sadar bahwa sebenarnya ia telah suci dari haid maka muslimah itu wajib mengganti shalat yang ia ditinggalkan. Wallahu A’lam Bishowab. (Dikutip dari buku Panduan Praktis Wanita Haid oleh Umi Farikha Abdul Mu’ti hafidzahallaah, Penerbit WanitaSalihah.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *