Bagaimana Hukum Memanjangkan Kuku Bagi Muslimah, Bolehkah? Yuk Lihat Penjelasan Berikut!

Mediadakwahislami—Dalam sunnah-sunnah hari jumat ada satu amalan yang sering diabaikan sebagian kalangan umat Islam, yakni memotong kuku. Kuku yang panjang dan diberi warna merupakan kecantikan tersendiri bagi kaum wanita, lantas timbul pertanyaan, bolehkah wanita memanjangkan kukunya? Bagaimana menurut pandangan Islam?

Dikutip dari Muslim.or.id, Merujuk fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah: Memanjangkan kuku bagi wanita ataupun lelaki, ini menyelisihi fitrah yang Allah ciptakan pada manusia. Dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Sunnah fitrah ada lima, atau lima hal yang merupakan fitrah: khitan (sunat), istihdad (mencukur rambut kemaluan), memotong kuku, mencukur kumis, dan mencabut rambut ketiak.” (HR. Bukhari no.5889, Muslim no.257).

Dan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah memberi batasan bagi umatnya untuk tidak membiarkan kuku, kumis, bulu kemaluan dan bulu ketiak, lebih dari 40 hari. Perintah ini shahih dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Maka, tidak boleh memanjangkan kuku. Baik bagi wanita maupun laki-laki. Bahkan, jangan dibiarkan lebih dari 40 hari (tanpa dipotong).

Dari Anas radhiallahu’anhu, bahwa ia berkata: “Kami diberi tenggat waktu untuk memotong kumis, memotong kuku, mencukur rambut ketiak dan mencukur rambut kemaluan, yaitu hendaknya tidak dibiarkan lebih dari 40 hari.” (HR. Muslim dalam Kitaabut Thaharah, bab Khishalul Fithrah, no. 258).

Demikian jawaban dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin mengenai hukum memanjangkan kuku bagi wanita. Wallahu A’lam Bishowab. [Artikel ini dinukil dari laman Muslimah.or.id, untuk selengkapnya silahkan klik: https://muslimah.or.id/10800-bolehkah-wanita-memanjangkan-kukunya.html] (Sumber: YouTube فتاوى الشيخ ابن عثيمين, diterjemahkan oleh: Ustadz Yulian Purnama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *